Perak Spot Anjlok 6%, Harga Kelompok Logam Mulia Tergelincir
Harga perak turun 6% akibat meredanya ketegangan dagang AS-China dan peningkatan imbal hasil obligasi AS, menekan permintaan aset safe haven.
(Bisnis.Com) 18/10/25 05:07 7748
Bisnis.com, JAKARTA — Harga perak anjlok lebih dari 6% yang menjadi penurunan terbesar selama enam bulan terakhir. Pelemahan harga ini seiring dengan koreksi harga di kelompok logam mulia secara keseluruhan setelah reli tajam sepanjang pekan ini.
Berdasarkan data Bloomberg, harga perak di pasar spot turun sebesar 6% ke level US$50,96 per ons pada pukul 13:09 waktu New York. Harga spot emas juga turun 3%, sementara platinum dan palladium sama-sama melemah.
Penurunan ini terjadi karena kekhawatiran terhadap kualitas kredit di AS dan ketegangan perdagangan antara China dan AS mulai mereda, yang mengurangi permintaan aset lindung nilai (safe haven) seperti emas dan perak.
Tekanan pasokan ekstrem di pasar perak London juga mulai mereda, mendorong sebagian investor untuk mengambil keuntungan.
“Kelangkaan di pasar London mulai sedikit mereda dari level ekstrem, dan jika gangguan di tingkat regional juga mulai stabil, maka akan muncul tekanan jual dan aksi ambil untung,” kata Nicky Shiels, Kepala Strategi Logam di MKS Pamp SA, dikutip Bloomberg pada Sabtu (18/10/2025).
Penurunan harga logam mulia juga terjadi setelah imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury AS) kembali menguat, didorong oleh meredanya kekhawatiran terhadap bank-bank regional AS dan aktivitas pemberian kredit mereka. Perubahan ini pun turut menekan permintaan terhadap aset lindung nilai.
Adapun, sepanjang pekan ini, harga emas telah melonjak lebih dari 7% dan mencapai level tertinggi di atas US$4.300 per ounce, memperpanjang reli tajam yang dimulai sejak Agustus. Kenaikan permintaan juga merembet ke logam mulia lainnya, dengan harga perak melonjak ke rekor di atas US$54 per ounce.
Secara keseluruhan, harga emas telah melonjak lebih dari 60% sejak awal 2025, ditopang oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral, arus masuk dana ke exchange-traded funds (ETF), dan tingginya permintaan terhadap aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan, defisit fiskal yang melebar, serta kekhawatiran terhadap independensi The Fed.
#harga-perak #harga-logam-mulia #perak-anjlok #harga-emas #harga-platinum #harga-palladium #pasar-perak #penurunan-harga #aset-lindung-nilai #pasar-spot #tekanan-pasokan #imbal-hasil-obligasi #perminta