Respons Kemenangan PM Takaichi: Saham Jepang Menguat, Obligasi Turun, Yen Naik Tipis

Respons Kemenangan PM Takaichi: Saham Jepang Menguat, Obligasi Turun, Yen Naik Tipis

Kemenangan PM Takaichi dorong saham Jepang naik, obligasi turun, dan yen menguat tipis. LDP raih mayoritas super, dukung kebijakan stimulus.

(Bisnis.Com) 09/02/26 08:38 130049

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham di bursa Jepang melonjak ke rekor tertinggi, sementara obligasi turun, setelah Partai Demokrat Liberal (LDP) Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan telak.

Dikutip dari Bloomberg pada Senin (9/2/2026), indeks Saham Nikkei 225 melonjak 5% di Tokyo dan Topix naik 2,9%. Imbal hasil obligasi 30 tahun naik 5 basis poin menjadi 3,6% dan kontrak berjangka obligasi turun. Yen sedikit menguat menjadi 156,77 terhadap dolar setelah komentar dari para pejabat Jepang yang bertujuan untuk memperkuat mata uang tersebut.

"Hasil pemilu merupakan kabar baik bagi Nikkei mengingat hasil yang jelas dan jalur politik yang lebih jelas untuk kebijakan stimulus Takaichi. Namun, yen bisa semakin tertekan, karena rencana stimulus fiskal LDP pada dasarnya telah mendapat lampu hijau,” kata Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade.

Partai LDP berhasil meraih mayoritas super dua pertiga di majelis yang beranggotakan 465 kursi, menurut lembaga penyiaran publik NHK, dan koalisi yang berkuasa memperluas mayoritasnya dengan selisih yang besar. Hasil ini jauh melebihi perkiraan beberapa investor dalam beberapa minggu terakhir.

"Ini adalah hasil yang sangat kuat bagi LDP, meskipun tidak sepenuhnya tidak terduga oleh pasar,” kata Rong Ren Goh, manajer portofolio pendapatan tetap di Eastspring Investments.

Menurutnya, baik imbal hasil obligasi pemerintah Jepang (JGB) maupun yen telah terkonsolidasi selama beberapa minggu terakhir menjelang pemilihan, sehingga hasil ini seharusnya memungkinkan pasar untuk kembali terlibat dalam tren yang ada.

Tren Pelemahan Yen

Adapun, mata uang Jepang melemah 1,6% pada pekan lalu dan tetap berada dalam jangkauan zona sekitar 160 terhadap dolar AS.

Pelemahan yen menjadi pedang bermata dua bagi Jepang. Di satu sisi meningkatkan keuntungan bagi eksportir, tetapi di sisi lain menekan anggaran rumah tangga biasa.

Kemerosotan nilai tukar yen yang terjadi sejak Takaichi mengambil alih kepemimpinan LDP pada September 2025 sempat terhenti pada akhir bulan lalu di tengah tanda-tanda bahwa otoritas AS dan Jepang mungkin akan bersatu untuk menopang mata uang tersebut. Namun, hal itu telah gagal dalam beberapa minggu terakhir di tengah sinyal yang beragam dari kedua belah pihak.

Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan dia akan berkomunikasi dengan pasar keuangan pada hari Senin jika diperlukan dan mencoba memberikan jaminan awal dan peringatan bagi pelaku pasar.

Katayama menegaskan kembali bahwa dia tetap berhubungan erat dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Dia mengatakan berbagi tanggung jawab dengan Bessent untuk menjaga stabilitas pergerakan dolar-yen.

Di pasar saham, area yang paling jelas untuk diperhatikan adalah sektor-sektor seperti pertahanan dan energi nuklir, yang selaras dengan agenda investasi Takaichi untuk negara tersebut.

“Sektor-sektor yang ingin ditingkatkan pengeluarannya oleh Sanae Takaichi, seperti militer, AI, dan semikonduktor, kemungkinan akan menjadi penerima manfaat terbesar,” kata Gerald Gan, kepala investasi di Reed Capital Partners yang berbasis di Singapura.

#saham-jepang #obligasi-turun #yen-naik #nikkei-225 #topix-naik #imbal-hasil-obligasi #yen-menguat #partai-demokrat-liberal #kemenangan-takaichi #kebijakan-stimulus #mayoritas-super #pelemahan-yen #eks

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260209/620/1951224/respons-kemenangan-pm-takaichi-saham-jepang-menguat-obligasi-turun-yen-naik-tipis