Obligasi dan Deposito Jadi Penyangga Investasi Konservatif di Tengah Tekanan Ekonomi

Obligasi dan Deposito Jadi Penyangga Investasi Konservatif di Tengah Tekanan Ekonomi

Obligasi dan deposito tetap relevan di tengah tekanan ekonomi global. Obligasi menawarkan imbal hasil menarik, sementara deposito menjamin keamanan modal.

(Bisnis.Com) 10/02/26 14:56 131898

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu dan tekanan pasar yang meningkat, instrumen investasi konservatif seperti obligasi negara (Surat Berharga Negara/SBN) dan deposito perbankan tetap relevan bagi sebagian besar investor terutama mereka yang mencari stabilitas dan pendapatan tetap dalam portofolio mereka.

Kinerja obligasi pemerintah Indonesia menunjukkan daya tahan yang baik meskipun pasar global menghadapi tekanan ekonomi yang kuat. Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyatakan bahwa kinerja obligasi Pemerintah Indonesia tetap solid di tengah volatilitas global, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi negara.

“Meski volatilitas pasar itu sangat besar dan keadaan global tidak baik, performa dari obligasi Pemerintah Indonesia tetap baik, dan ini menunjukkan kepercayaan terhadap bisnis kita,” kata Thomas dalam konferensi pers APBN KiTa.

Hal ini sejalan dengan laporan dari Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati, bahwa pasar SBN tetap menarik bagi investor di tengah tekanan global. Indikatornya terlihat dari tren yield (imbal hasil) obligasi tenor 10 tahun yang cenderung menurun meskipun sempat berfluktuasi, tanda bahwa permintaan masih ada meskipun sentimen pasar sedikit goyah.

Dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang berlangsung secara daring dan disaksikan dari Jakarta, Kamis, Sri Mulyani menyampaikan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun tercatat turun 2 basis poin menjadi 7,00 persen secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date/ytd) pada kuartal I-2025.

Sejalan dengan karakteristik hubungan terbalik antara harga Surat Utang Negara (SUN) dan yield, penurunan imbal hasil tersebut mencerminkan tetap kuatnya minat investor terhadap obligasi Pemerintah Indonesia.

Minat investor terhadap SBN memang dilaporkan makin tinggi dalam beberapa periode gejolak global. Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Kacaribu, menyampaikan bahwa imbal hasil SBN 10 tahun yang makin rendah justru menunjukkan kepercayaan pasar terhadap instrumen ini serta kemantapan posisi ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Potensi Obligasi Tetap Menarik

Terlepas dari tekanan ekonomi, para analis melihat potensi penguatan di pasar obligasi seiring dengan kebijakan moneter yang longgar dan kemungkinan penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Direktur dan Chief Investment Officer Fixed Income di salah satu manajer investasi mencatat bahwa kondisi ini bisa membuat imbal hasil riil dari obligasi pemerintah tetap menarik, terutama jika likuiditas pasar tetap tinggi dan pasokan obligasi terkendali.

Selain itu, instrumen SBN ritel seperti ORI (Obligasi Negara Ritel) menjadi pilihan menarik bagi investor ritel. Produk seperti ORI ditawarkan dengan kupon tetap yang dibayar secara berkala, dan dijamin oleh pemerintah, memberikan kepastian pengembalian yang sering kali lebih tinggi dibanding bunga deposito tradisional.

Deposito Aman dan Terjamin

Sementara itu, obligasi dinilai cocok bagi investor yang menginginkan keseimbangan antara stabilitas dan peluang imbal hasil yang lebih optimal. Di sisi lain, deposito perbankan tetap menjadi pilihan favorit, khususnya bagi masyarakat yang menerapkan strategi investasi sangat konservatif.

Deposito adalah produk simpanan berjangka yang ditawarkan bank dengan tingkat bunga tetap serta pengembalian pokok dana sesuai tenor yang disepakati. Di Indonesia, dana nasabah di perbankan juga memperoleh perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu, sehingga risiko kerugian akibat kegagalan bank dapat diminimalkan.

Di tengah tren penurunan suku bunga, deposito masih memiliki daya tarik sebagai instrumen penyimpanan dana yang aman dan minim risiko fluktuasi pasar. Bagi nasabah yang menyiapkan dana untuk kebutuhan jangka pendek atau dana darurat, deposito memberikan rasa aman dan kepastian imbal hasil, berbeda dengan instrumen berisiko tinggi seperti saham yang cenderung lebih volatil.

Keuntungan deposito disesuaikan dengan bunga yang ditetapkan. Adapun suku bunga yang ditawarkan setiap lembaga penyedia produk deposito bermacam-macam.Agar dapat memperkirakan profit atau keuntungan dari investasi deposito, perhitungan yang tepat pun perlu dipertimbangkan.

Perbandingan Obligasi dan Deposito dalam Kondisi Ekonomi Terkini

Perbandingan antara obligasi dan deposito sering muncul dalam diskusi investasi konservatif. Obligasi pemerintah seperti SBN cenderung memberikan imbal hasil yang kompetitif terutama saat imbal hasil tenor menengah hingga panjang menarik minat investor, sementara deposito memberi kepastian bunga tetap dan jaminan modal melalui sistem penjaminan simpanan.

Obligasi bisa lebih relevan bagi investor yang siap menahan dana lebih lama untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi, khususnya di tengah harapan penurunan suku bunga atau kebijakan moneter longgar. Sebaliknya, deposito tetap relevan bagi investor yang sangat mengutamakan keamanan modal dan membutuhkan likuiditas dalam jangka pendek tanpa fluktuasi pasar yang besar.

Kementerian Keuangan dan otoritas moneter seperti Bank Indonesia terus memantau kondisi ekonomi untuk menjaga pondasi pasar keuangan. Meskipun menghadapi tekanan global dan volatilitas pasar, keduanya menegaskan pentingnya instrumen pasar modal dan sistem keuangan yang sehat sebagai penyangga stabilitas. Dukungan likuiditas dan koordinasi kebijakan fiskal serta moneter menjadi komponen penting untuk memastikan instrumen seperti obligasi dan deposito tetap layak dan menarik bagi investor, baik domestik maupun internasional.

Dalam konteks tekanan ekonomi global dan domestik, baik obligasi pemerintah maupun deposito bank tetap memainkan peran penting dalam strategi investasi konservatif. Obligasi memberikan keseimbangan antara stabilitas dan potensi imbal hasil, sedangkan deposito tetap menjadi tempat yang aman untuk menyimpan modal dengan risiko yang sangat rendah.

Bagi investor yang mengutamakan pendapatan tetap dengan risiko minimal dan dukungan jaminan pemerintah, kedua instrumen ini tetap relevan sebagai bagian dari portofolio investasi yang seimbang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

#obligasi #deposito #obligasi-negara #deposito-perbankan #investasi-konservatif #obligasi-pemerintah #sbn #imbal-hasil-obligasi #ori #kupon-tetap #bunga-deposito #lembaga-penjamin-simpanan #suku-bunga #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260210/9/1951683/obligasi-dan-deposito-jadi-penyangga-investasi-konservatif-di-tengah-tekanan-ekonomi