Harga CPO Naik, Kemendag Bakal Perbanyak Merek Minyak Goreng Murah
Kemendag akan memperbanyak second brand atau merek minyak goreng murah untuk mengatasi keterbatasan pasokan Minyakita akibat kenaikan harga CPO.
(Bisnis.Com) 18/02/26 16:00 139686
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan akan memperbanyak minyak gorengsecond brandseiring dengan terbatasnya pasokan Minyakita di tengah tekanan kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan sebelum Minyakita diluncurkan, jumlah mereksecond branddi pasar bisa mencapai sekitar 50 merek, tapi kemudian menyusut karena permintaan terkonsentrasi pada Minyakita.
Adapun saat ini harga eceran tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter, sedangkan produk minyak goreng kemasan lain dibanderol sekitar Rp39.900 untuk ukuran dua liter.
“Kita perbanyak yangsecond brand. Jadi minyak pendamping Minyakita. Kalau dulu sebelum Minyakita itu second brand itu bisa 50 merek, setelah Minyakita kan berkurang karena semua larinya ke Minyakita. Nah nanti akan kita perbanyak,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Produk alternatif tersebut akan dipasarkan dalam berbagai ukuran kecil, seperti 500 mililiter hingga 300 mililiter, bahkan dalam kemasan cup dengan harga terjangkau, mulai dari Rp5.000 per unit.
Kemendag berharap langkah ini dapat mengalihkan fokus konsumen dari Minyakita yang pasokannya terbatas, sekaligus menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar ritel.
Terlebih, Budi menuturkan harga CPO sebagai bahan baku saat ini telah naik, dengan harga terakhir di Palembang tercatat sebesar Rp14.035 per kilogram. Harganya lebih tinggi dibandingkan harga distribusi produsen ke distributor tingkat pertama (D1) yang ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram.
Di sisi lain, Budi menegaskan pasokan Minyakita tidak bisa diperluas secara agresif karena sangat bergantung pada kebijakandomestic market obligation(DMO) yang mengikuti volume ekspor. Ketika ekspor menurun, maka alokasi DMO otomatis ikut terbatas, sehingga pasokan Minyakita di pasar tidak dapat ditambah signifikan.
“Artinya Minyakita itu memang terbatas. Makanya kita minta supaya banyak pilihan minyak selain Minyakita,” ujarnya.
Adapun, realisasi kewajiban DMO saat ini telah mendekati 30%, dengan harga pasar Minyakita rata-rata berada di kisaran Rp16.800 per liter.
#harga-cpo #minyak-goreng-murah #second-brand-minyak #kemendag-minyak-goreng #minyakita-pasokan #harga-minyak-sawit #minyak-goreng-kemasan #harga-eceran-tertinggi #minyak-goreng-alternatif #harga-cpo-n