Kinerja Perbankan RI Januari 2026: Kredit Rp8.557 Triliun, Simpanan Tumbuh 13,48%
Kinerja perbankan RI Januari 2026: Kredit tumbuh 9,96% YoY menjadi Rp8.557 triliun, simpanan naik 13,48% YoY. Rasio kecukupan modal stabil di 25,87%.
(Bisnis.Com) 03/03/26 15:13 153380
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kreditperbankan nasional tumbuh 9,96% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Januari 2026 menjadi Rp8.557 triliun.
Berdasarkan paparan hasil Rapat Dewan Komisioner bulanan Februari 2026, posisi kredit tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan Desember 2025 sebesar Rp8.586 triliun. Secara bulanan (month-to-month/mtm), kredit terkontraksi 0,33%, sementara secara year-to-date (ytd) juga tercatat minus 0,33%.
Dari sisi komposisi, pertumbuhan kredit investasi menjadi penopang utama dengan kenaikan 22,38% YoY. Adapun kredit modal kerja tumbuh 4,13% YoY dan kredit konsumsi meningkat 6,58% YoY.
"Berdasarkan kategori debitur kredit korporasi tumbuh 16,07% ditinjau dari kepemilikan kredit bank BUMN tumbuh 13,43% yoy," kata Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae pada RDKB Februari 2026, Selasa (3/3/2026).
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan tercatat sebesar Rp10.076 triliun pada Januari 2026 atau tumbuh 13,48% YoY. Secara bulanan, DPK meningkat tipis 0,17%. Dengan perkembangan tersebut, rasio loan to deposit ratio (LDR) berada pada level 84,93%, relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 85,35%.
Dari aspek permodalan, ketahanan industri perbankan tetap solid dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 25,87% pada Januari 2026, sama dengan posisi Desember 2025.
Sementara itu, indikator profitabilitas menunjukkan perbaikan terbatas. Net interest margin (NIM) tercatat 4,63%, naik dari 4,56% pada Desember 2025. Namun, return on assets (ROA) sedikit menurun menjadi 2,49% dari sebelumnya 2,53%.
Pada profil risiko, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross berada di level 2,14%, meningkat dari 2,05% pada Desember 2025. NPL net tercatat 0,82%. Meski demikian, rasio pencadangan atau loan at risk (LAR) berada pada level 9,01%.
Dari sisi likuiditas, alat likuid tercatat Rp2.775 triliun. Rasio alat likuid terhadap dana non-core deposit (AL/NCD) berada di 121,23%, sedangkan rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) sebesar 27,54%. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) tercatat 197,92%, masih jauh di atas ambang batas ketentuan.
#kredit-perbankan #simpanan-perbankan #pertumbuhan-kredit #kredit-investasi #kredit-modal-kerja #kredit-konsumsi #kredit-korporasi #bank-bumn #dana-pihak-ketiga #loan-to-deposit-ratio #capital-adequacy