Konflik di Timteng Memanas, Ekspor Beras RI ke Saudi Bakal Aman?

Konflik di Timteng Memanas, Ekspor Beras RI ke Saudi Bakal Aman?

Pemerintah RI meyakini ekspor 2.280 ton beras RI ke Saudi melalui jalur laut tetap aman meski konflik di Timur Tengah memanas.

(Bisnis.Com) 04/03/26 17:23 155094

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah menyebut bahwa ekspor beras 2.280 ton ke Arab Saudi dapat berjalan lancar, meskipun terdapat gejolak keamanan di Timur Tengah imbas serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke Iran beberapa hari lalu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa ekspor beras produksi Perum Bulog ini akan dilakukan bertahap melalui jalur laut, meskipun terdapat peluang perlintasan ditutup imbas eskalasi konflik.

“Insyallah aman, aman sampai di Jeddah. Kita masuk pada saat [jalur perlintasan laut] buka,” kata Amran dalam pelepasan ekspor beras Befood Nusantara di Kompleks Kanwil Bulog Jakarta-Banten, Jakarta Utara pada Rabu (4/3/2026).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa menurut rencana, beras untuk jemaah haji Tanah Air ini akan diberangkatkan mulai 7 Maret 2026 menggunakan 3 buah kapal.

Pihaknya menyatakan bakal terus mengikuti perkembangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk dengan melibatkan institusi terkait seperti Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Kementerian Luar Negeri.

“Kami juga sudah bersurat ke BAIS TNI, ke BIN, kemudian ke Kemenlu, mohon asesmen terkait dengan pemberangkatan beras haji ini,” ujar Rizal.

Ketika ditanya perihal adanya potensi keterlambatan ekspor untuk tiba di tujuan, dia menyatakan bahwa Bulog akan mengikuti hasil asesmen dari tiga institusi tersebut.

Terlepas dari risiko itu, Rizal menyebut bahwa ekspor beras untuk jemaah haji Indonesia menjadi titik awal bagi produk pertanian dalam negeri untuk berekspansi ke pasar komersial Saudi, misalnya untuk kebutuhan jemaah umrah.

Saat ini, ekspor beras dari Bulog untuk jemaah haji Indonesia dilakukan oleh dua importir Saudi, yakni Noha Catering Company dan Najmat Tabah Trading Company LLC.

Rizal memperkirakan nilai ekspor 2.280 ton beras ini mencapai Rp38 miliar. Harga jual beras untuk jemaah haji ini disebutnya berkisar Rp16.000 per kilogram, yang sebagian telah disubsidi oleh pemerintah.

“Harapannya nanti bisa untung di penjualan komersial pada saat kita kirim beras untuk jemaah umrah dan mukimin yang ada di Saudi, karena potensinya di sana lebih kurang hampir 2 juta orang yang setiap tahunnya melaksanakan umrah. Potensi ini akan terus berlanjut,” ujar Purnawirawan TNI berpangkat Letjen ini.

#ekspor-beras #ekspor-beras-ke-saudi #ekspor-beras-indonesia #konflik-timteng #perang-iran-israel #beras-bulog #beras-jemaah-haji #ekspor-beras-aman #beras-indonesia #ekspor-beras-ri #ekspor-beras-bulo

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260304/12/1957789/konflik-di-timteng-memanas-ekspor-beras-ri-ke-saudi-bakal-aman