Menhub Minta Garuda Perbaiki Layanan Imbas Rating Diturunkan Skytrax
Rating Garuda Indonesia turun dari bintang 5 menjadi bintang 4 oleh Skytrax. Menhub Dudy Purwagandhi anggap ini momentum evaluasi untuk tingkatkan kualitas layanan.
(Kompas.com) 07/03/26 08:02 157684
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menanggapi peringkat terbaru maskapai nasional Garuda Indonesia dari maskapai bintang lima menjadi bintang empat oleh Skytrax.
Menurutnya, penurunan rating tersebut harus disikapi sebagai bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan maskapai ke depan.
“Ini sebagai bagian evaluasi lah. Kan penilaian itu bisa naik dan turun. Mudah-mudahan Garuda bisa memperbaiki penilaian ini ke depannya,” ujar Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
UNSPLASH/FASYAH HALIM Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia.Ia menilai kondisi tersebut tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Pemerintah justru melihatnya sebagai momentum untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki agar Garuda dapat kembali meraih peringkat tertinggi seperti sebelumnya.
“Jadi tidak disikapi secara berlebihan, kalau anak muda bilang ya enggak usah panik lah,” ujar Dudy.
“Tapi kita melihat lagi kira-kira mana yang perlu kita perbaiki sehingga yang tadinya sempat peringkat lima dalam waktu yang panjang bisa kita raih kembali,” lanjutnya.
Dudy menegaskan bahwa dalam industri penerbangan, faktor teknologi tinggi saja tidak cukup.
Layanan kepada penumpang juga menjadi elemen penting yang sangat menentukan penilaian maskapai.
“Perbaikan tentunya perlu, sekaligus mempertahankan yang sudah baik. Karena bisnis airline tidak hanya bisnis dengan teknologi yang tinggi, tapi juga layanan,” jelas dia.
“Kita lihat banyak operator airline di dunia juga sangat menekankan selain keselamatan, juga kenyamanan layanan,” tambahnya.
WIKIMEDIA COMMONS/BIDGEE Ilustrasi pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia.Sebelumnya, lembaga konsultan dan pemeringkat industri transportasi udara Skytrax menurunkan rating Garuda Indonesia menjadi maskapai bintang 4 berdasarkan kualitas produk di bandara, layanan di dalam pesawat, serta pelayanan staf.
Penilaian produk mencakup kursi, fasilitas, makanan dan minuman, sistem hiburan dalam pesawat (IFE), kebersihan, serta berbagai aspek lainnya.
Sementara penilaian layanan mencakup kinerja awak kabin maupun staf darat.
“Sebagai maskapai yang sebelumnya menyandang status bintang 5, Garuda Indonesia saat ini sedang melalui periode restrukturisasi,” mengutip laman Skytrax.
Skytrax juga menilai sejumlah produk layanan di dalam pesawat serta fasilitas darat di Jakarta dan Denpasar sudah cukup lama dan membutuhkan pembaruan serta modernisasi.
“Karena itu, peringkat Garuda Indonesia diturunkan menjadi maskapai bintang 4,” tulis Skytrax.
“Meskipun standar pelayanan staf masih tergolong baik, kualitas produk layanan telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir sehingga tidak lagi memenuhi standar untuk mempertahankan status bintang 5,” lanjut pernyataan Skytrax tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#industri-penerbangan #skytrax #dudy-purwagandhi #garuda-indonesia #penurunan-rating-maskapai