Mendagri apresiasi KURMA jadi ajang pemberdayaan pelaku UMKM di Kepri

Mendagri apresiasi KURMA jadi ajang pemberdayaan pelaku UMKM di Kepri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 sebagai ajang pemberdayaan pelaku UMKM di ...

(Antara) 08/03/26 20:31 158417

Apalagi khusus Kepri ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tentu berpeluang besar mendongkrak perekonomian daerah melalui pemasaran produk UMKM ke luar negeri,

Tanjungpinang (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi pelaksanaan Kepulauan Riau Ramadhan Fair (KURMA) 2026 sebagai ajang pemberdayaan pelaku UMKM di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kota Batam.

"UMKM merupakan salah sektor riil yang menjadi tulang punggung ekonomi secara nasional," kata Mendagri Tito saat menutup kegiatan KURMA 2026 di Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Kepri, Minggu.

Tito menilik ke belakang pada saat pandemi COVID-19 melanda tanah air, banyak sektor usaha yang terdampak merugi bahkan gulung tikar, namun UMKM justru tetap bertahan bahkan berkontribusi menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Ia mencontohkan di Yogyakarta, perekonomian tetap tumbuh positif ketika dilanda COVID-19, dengan mengandalkan sektor UMKM dan tanpa memiliki industri yang berskala besar.

"Apalagi khusus Kepri ini berbatasan langsung dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, tentu berpeluang besar mendongkrak perekonomian daerah melalui pemasaran produk UMKM ke luar negeri," ujar Tito.

Selain itu, mantan Kapolri itu turut memuji KURMA 2026 menampilkan beraneka produk ekonomi kreatif lokal, mulai dari kerajinan tangan sampai kuliner khas tradisional Melayu.

Menurut dia, acara KURMA sangat positif karena menjadi ruang interaksi dan hiburan masyarakat, terlebih lokasi pelaksanaan di tepi laut dengan panorama alam dan angin segar.

"Semoga KURMA memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya Kepri," ucap Tito.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut KURMA menjadi agenda tahunan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah itu.

Tahun ini, KURMA digelar tanggal 2-8 Maret 2026 di Batam dan Tanjungpinang.

Menurut Ansar, penyelenggaraan KURMA merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, memperkuat peran UMKM, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata halal dan budaya yang dimiliki Kepri.

KURMA 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga sebagai wujud kolaborasi dan sinergi antara Pemprov Kepri, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kepri, Bank Indonesia Perwakilan Kepri, OJK Kepri, serta berbagai stakeholder lainnya.

Melalui KURMA 2026, kata Ansar, masyarakat tidak hanya disuguhkan festival kuliner UMKM, tetapi juga berbagai perlombaan Ramadhan, edukasi keuangan syariah, pelayanan publik bagi masyarakat dan pelaku UMKM, hingga penyelenggaraan Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Langkah ini merupakan bagian dari implementasi sinergi pemerintah daerah bersama instansi vertikal dan KDEKS Kepri dalam memperkuat ekonomi masyarakat," ucap Ansar.

Dalam kesempatan yang sama, Mendagri Tito didampingi Gubernur Ansar turut memantau GPM yang menjual bahan pokok dengan harga murah, serta menyerahkan sertifikat juru sembelih halal dan bantuan sosial beras dan minyak goreng kepada perwakilan masyarakat di ajang KURMA 2026.

Pewarta: Ogen
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

#mendagri #tito-karnavian #kepri-ramadhan-fair-2026 #pemprov-kepri

https://www.antaranews.com/berita/5461295/mendagri-apresiasi-kurma-jadi-ajang-pemberdayaan-pelaku-umkm-di-kepri