Peneliti UI:

Peneliti UI: "Governance reset" Danantara jadi reposisi strategis BUMN

Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Mohamad Dian Revindo memandang bahwa dalam jangka panjang, langkah governance reset ...

(Antara) 09/03/26 12:26 159041

jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap

Jakarta (ANTARA) - Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI Mohamad Dian Revindo memandang bahwa dalam jangka panjang, langkah governance reset yang dilakukan Danantara Indonesia terhadap BUMN idealnya menjadi momentum reposisi strategis BUMN.

Hal ini terutama untuk memastikan negara tetap memiliki kendali efektif atas sektor-sektor strategis yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti energi, infrastruktur, pangan dan logistik.

Melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Senin, Revindo menilai langkah governance reset sebagai upaya positif dan melihat usaha ini bisa menjadi fondasi bagi berjalannya proses transformasi dalam menghadirkan BUMN yang bisa menjadi instrumen pembangunan nasional.

Ketika Danantara Indonesia melakukan evaluasi ulang kebijakan tata kelola BUMN, ia meyakini bahwa langkah tersebut juga akan mendapatkan perhatian dari pasar, misalnya terkait keyakinan baru apakah BUMN dapat konsisten dengan standar internasional dengan mengedepankan proses yang dijalankan secara transparan.

Jika Danantara Indonesia melakukannya dengan menjunjung tinggi aspek transparansi, Revindo optimistis langkah governance reset ini dapat meningkatkan kredibilitas BUMN di mata investor dan lembaga pemeringkat.

Sebaliknya, imbuh dia, jika perubahan dipersepsikan sebagai upaya kosmetik untuk memperbaiki laporan keuangan, maka bisa memicu ketidakpastian di pasar.

"Untuk itu, alignment dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci," kata dia.

Di sisi lain, dalam jangka pendek, Revindo menilai langkah seperti bedah neraca dan laporan keuangan, atau audit aset merupakan corrective action untuk merespons berbagai persoalan lama BUMN.

"Seperti inefisiensi aset, tumpang tindih investasi, serta kualitas tata kelola yang belum merata antar perusahaan,” ujar dia.

Ia mengingatkan bahwa Danantara Indonesia melakukan governance reset terhadap sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan dan indikator kinerja berbasis value creation, sehingga perubahan yang dilakukan tidak sekadar pergantian struktur dan administrasi.

Bila hanya pada tahap pergantian struktur dan administrasi, Revindo khawatir akan memicu terjadinya resistensi internal.

"Jika perubahan hanya bersifat administratif, resistensi akan tetap muncul. Tetapi jika reformasi menciptakan insentif yang lebih jelas dan profesional, maka adaptasi biasanya dapat terjadi secara bertahap. Berbagai studi menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi sangat bergantung pada perubahan sistem insentif dan akuntabilitas manajemen," kata Revindo.

Sebelumnya, Danantara Indonesia telah menyampaikan rencana melakukan governance reset kepada sejumlah BUMN.

Melalui entitas Danantara Asset Management (DAM), governance reset ini akan fokus pada pengkajian secara menyeluruh dan terstruktur terhadap perusahaan-perusahaan BUMN.

Proses ini mencakup evaluasi kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, penguatan sistem tata kelola serta manajemen risiko yang terintegrasi guna memastikan standar pengelolaan yang semakin solid dan selaras dengan praktik terbaik.

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

#danantara #bumn #tata-kelola #governance #transformasi

https://www.antaranews.com/berita/5462215/peneliti-ui-governance-reset-danantara-jadi-reposisi-strategis-bumn