Pemerintah Genjot Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Pemerintah Genjot Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Pemerintah percepat proyek hilirisasi dan waste to energy, target groundbreaking April 2026, dengan investasi Rp110 triliun, ciptakan 3.000 lapangan kerja.

(Bisnis.Com) 01/04/26 19:11 179290

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah menggenjot sejumlah proyek hilirisasi serta pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau waste to energy. Pemerintah pun ancang-ancang untuk menjalankan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut bulan ini.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pada hari ini, Rabu (1/4/2026) Pemerintah menggelar rapat koordinasi di Wisma Danantara Indonesia untuk membahas upaya percepatan proyek hilirisasi dan waste to energy.

"Kita harapkan bulan ini bisa segera groundbreaking," katanya di Wisma Danantara Indonesia pada Rabu (1/3/2026).

Dia menjelaskan bahwa untuk hilirisasi, sejauh ini sudah ada enam proyek yang groundbreaking. Sementara, terdapat 29 proyek waste to energy yang bersiap untuk dikembangkan.

"Sebelumnya ada waste to energy di tadinya 33 tempat, tapi ternyata dalam proses di lapangan ada penggabungan-penggabungan beberapa tempat sehingga menjadi kurang lebih 29. Jadi kita berharap dua-duanya, baik yang waste to energy maupun yang hilirisasi, di bulan April ini semua bisa segera groundbreaking," kata Prasetyo.

Sebelumnya, Danantara memang telah resmi melakukan groundbreaking enam proyek hilirisasi dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar atau sekitar Rp110 triliun pada Februari 2026.

Pembangunan serentak tersebut merupakan tahap pertama dari total 18 proyek hilirisasi yang digenjot Danantara. Enam proyek awal ini mencakup sektor mineral, energi terbarukan, hingga integrasi pangan. CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan investasi untuk enam proyek tersebut seluruhnya berasal dari pendanaan Danantara.

“Dengan enam proyek ini, total investasinya mencapai sekitar US$7 miliar atau kurang lebih Rp110 triliun. Proyek-proyek ini akan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja secara langsung, dan jumlahnya akan lebih besar secara tidak langsung,” ujar Rosan dalam konferensi pers.

Dari total nilai investasi tersebut, sektor mineral menjadi kontributor utama. Danantara mengalokasikan sekitar US$3 miliar atau hampir separuh dari total investasi tahap pertama untuk pengembangan smelter aluminium terintegrasi, mulai dari pemrosesan alumina hingga menjadi produk aluminium.

Rosan menambahkan seluruh proyek telah melalui proses studi kelayakan (feasibility study) yang komprehensif guna memastikan keberlanjutan investasi secara komersial.

“Ini merupakan salah satu program prioritas Danantara dalam pelaksanaan investasi. Seluruh proyek dilakukan oleh Danantara dan ke depannya kami optimistis dapat berjalan sesuai dengan rencana,” ucapnya.

Sementara, sejumlah daerah saat ini tengah mempercepat pembangunan fasilitas waste to energy seiring dengan target ambisius pemerintah untuk mencapai 100% sampah terkelola secara nasional pada 2029.

Kementerian Lingkungan Hidup juga telah meneken perjanjian kerja sama (PKS) percepatan pengembangan PSEL dengan sejumlah daerah, di antaranya adalah Provinsi Banten, Provinsi Jawa Tengah untuk kawasan Semarang Raya, dan Provinsi Jawa Timur untuk wilayah Surabaya Raya dan Malang Raya.

#hilirisasi #waste-to-energy #proyek-hilirisasi #pengolahan-sampah #energi-listrik #groundbreaking-proyek #percepatan-proyek #proyek-waste-to-energy #investasi-hilirisasi #sektor-mineral #energi-terbar

https://hijau.bisnis.com/read/20260401/652/1963754/pemerintah-genjot-proyek-hilirisasi-dan-waste-to-energy