Mayoritas Pangan Nasional Dipenuhi Produksi Dalam Negeri, Hanya 3 Komoditas Diimpor

Mayoritas Pangan Nasional Dipenuhi Produksi Dalam Negeri, Hanya 3 Komoditas Diimpor

Mayoritas pangan nasional dipenuhi produksi dalam negeri. Impor hanya sebagian kecil, stok beras diproyeksi tembus 16 juta ton.

(Kompas.com) 12/04/26 16:05 188947

KOMPAS.com – Badan Pangan Nasional menilai ketahanan pangan Indonesia tetap kuat. Mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi PanganBapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan kondisi ini menjaga stabilitas pasokan di tengah tekanan geopolitik dan ancaman El Nino.

"Ketahanan pangan pokok strategis Indonesia tergolong kuat. Ini mengacu pada sebagian besar atau mayoritas kebutuhan konsumsi masyarakat ditopang dari produksi dalam negeri," kata Ketut.

Impor terbatas pada beberapa komoditas

Bapanas mencatat dari 10 komoditas pangan pokok strategis, hanya sebagian kecil yang masih bergantung pada impor.

"Berdasarkan data Proyeksi Neraca Pangan, kita ada minimal 10 (komoditas produksi dalam negeri)," ujarnya.

Komoditas seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula diproyeksikan tidak memerlukan impor untuk konsumsi.

Sementara impor masih terjadi pada kedelai, bawang putih, dan daging sapi dalam porsi terbatas.

"Kita hanya mengimpor dua atau tiga yang dominan. Kedelai dan bawang putih, lalu daging sapi tapi tidak dominan," kata dia.

Stok beras diproyeksi meningkat

Produksi beras nasional menunjukkan kinerja tinggi. Realisasi tahun sebelumnya mencapai 34,7 juta ton.

Stok awal 2026 juga besar. Angkanya sekitar 12 juta ton.

Perhitungan Bapanas menunjukkan stok akhir 2026 berpotensi meningkat hingga 16 juta ton. Angka ini berasal dari stok awal 12,4 juta ton, ditambah produksi 34,7 juta ton, lalu dikurangi kebutuhan konsumsi 31,1 juta ton.

Serapan Bulog dan produksi domestik

Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gabah petani guna menjaga cadangan beras nasional.

"Cadangan beras kita di Bulog sekarang ini mencapai lebih 4 juta ton. Kita akan menyerap lagi sampai 4 juta ton. Artinya dari sisi produksi, gabahnya sangat bagus," kata Ketut.

Stok beras Bulog juga tidak lagi bergantung pada impor sejak 2025. Pasokan berasal dari hasil panen petani dalam negeri.

Selain beras, jagung pakan juga tidak lagi diimpor sejak 2025. Produksi dalam negeri dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan.

Target peningkatan produksi

Pemerintah tetap mendorong peningkatan produksi, terutama untuk komoditas yang masih bergantung pada impor.

"Kita sudah mulai produksi dan Bapak Menteri Pertanian akan bergerak terus. Bagaimana bawang putih, kemudian termasuk juga penguatan produksi kedelai, susu, dan lain sebagainya," ujar Ketut.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan untuk komoditas utama.

"Pangan kita ini sudah swasembada pangan, protein dan karbohidrat. Jadi pangan yang dibutuhkan tubuh itu protein dan karbohidrat. Kita sudah swasembada hari ini," kata Amran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#pangan #bahan-pangan #impor #bapanas

https://money.kompas.com/read/2026/04/12/160500526/mayoritas-pangan-nasional-dipenuhi-produksi-dalam-negeri-hanya-3-komoditas