Prabowo Temui Putin untuk Amankan Energi, Begini Neraca Dagang Migas RI-Rusia
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia memperkuat kerja sama di sektor energi. Berikut data neraca dagang migas RI-Rusia dalam 5 tahun terakhir:
(Bisnis.Com) 13/04/26 15:35 189731
Bisnis.com, JAKARTA — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia membuka babak baru penguatan kemitraan strategis kedua negara, termasuk di sektor energi.
Presiden ke-8 RI itu telah tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow, pada Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat dalam rangka kunjungan kerja resmi. Kedatangan Kepala Negara menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia di tengah dinamika global.
Setibanya di Moskow, Presiden disambut oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Andrey Rudenko, Direktur Protokol Negara Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia Jose Tavares, serta Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.
Selama kunjungan, Presiden dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama kedua negara, khususnya di sektor energi dan bidang prioritas lainnya.
Lantas, bagaimana sebenarnya kemitraan Indonesia–Rusia dari sisi perdagangan, terutama dari sektor energi?
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara meningkat dari US$2,75 miliar pada 2021 menjadi US$4,85 miliar pada 2025.
Namun, peningkatan itu tidak diikuti perbaikan neraca. Indonesia mencatat surplus US$239,2 juta pada 2021, tetapi berbalik defisit sejak 2022 dan kembali melebar hingga minus US$1,09 miliar pada 2025.
Lonjakan impor menjadi faktor utama. Nilai impor dari Rusia meningkat dari US$1,25 miliar pada 2021 menjadi US$2,97 miliar pada 2025. Sebaliknya, ekspor Indonesia cenderung stagnan, hanya naik dari US$1,49 miliar menjadi US$1,87 miliar.
Neraca Perdagangan Indonesia–Rusia (Juta US$)
Uraian | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | |
Total Perdagangan | 2.746,7 | 3.562,0 | 3.586,9 | 3.981,6 | 4.845,9 | |
Ekspor | 1.492,9 | 1.381,6 | 1.144,7 | 1.740,9 | 1.876,4 | |
Impor | 1.253,8 | 2.180,4 | 2.442,2 | 2.240,8 | 2.969,6 | |
Neraca | 239,2 | -798,7 | -1.297,6 | -499,9 | -1.093,2 |
Sumber: Kementerian Perdagangan, diolah.
Tekanan paling besar berasal dari sektor migas. Impor minyak dan gas (migas) melonjak tajam dari US$44,9 juta pada 2021 menjadi US$860,5 juta pada 2025. Pada saat yang sama, ekspor migas Indonesia ke Rusia nyaris tidak berkembang dan tetap di bawah US$1 juta.
Kondisi ini membuat defisit neraca migas melebar dari US$44,9 juta menjadi US$860,4 juta dalam 5 tahun terakhir, menjadi kontributor utama pemburukan neraca perdagangan bilateral.
Dengan tren tersebut, kerja sama energi yang menjadi salah satu fokus kunjungan Presiden berpotensi menjadi kunci dalam menentukan arah hubungan ekonomi Indonesia–Rusia ke depan, baik dalam menjaga pasokan energi maupun mengendalikan tekanan defisit perdagangan.
Neraca Sektor Migas Indonesia–Rusia (Juta US$)
Uraian | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2025 | |
Ekspor Migas | 0,0 | 0,0 | 0,3 | 0,1 | 0,1 | |
Impor Migas | 44,9 | 43,3 | 259,2 | 210,1 | 860,5 | |
Neraca Migas | -44,9 | -43,3 | -258,9 | -210,0 | -860,4 |
Sumber: Kementerian Perdagangan, diolah.
#prabowo-subianto #vladimir-putin #rusia #impor-migas #impor-minyak