Deputi Gubernur BI: Ekonomi Indonesia cukup kuat
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, ekonomi Indonesia cukup kuat. “Triwulan I-2026 ini diperkirakan ekonomi kita ...
(Antara) 13/04/26 17:21 189879
Triwulan I-2026 ini diperkirakan ekonomi kita masih tumbuh di atas 5 persen, dan kami juga memperkirakan di atas itu, 5,2 persen. Kita masih bersyukur punya domestik ekonomi yang cukup kuat, cukup strong,
Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, ekonomi Indonesia cukup kuat.
“Triwulan I-2026 ini diperkirakan ekonomi kita masih tumbuh di atas 5 persen, dan kami juga memperkirakan di atas itu, 5,2 persen. Kita masih bersyukur punya domestik ekonomi yang cukup kuat, cukup strong,” ucapnya dalam agenda Central Banking Forum 2026 di Jakarta, Senin.
Berdasarkan indeks penghasilan saat ini, kelompok masyarakat dengan pendapatan di atas maupun di bawah Rp5 juta menunjukkan tren peningkatan pada kuartal I-2026.
Di samping itu, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kelompok masyarakat kelas bawah yang terdampak dinamika ekonomi, sehingga fokus kebijakan saat ini diarahkan pada penguatan daya beli dan daya tahan ekonomi masyarakat di level tersebut.
Melihat dari sisi produsen, Purchasing Managers\' Index (PMI) Manufaktur menunjukkan ekspektasi yang terus membaik. Kendati sempat muncul kekhawatiran akibat fluktuasi pasar belakangan ini, momentum pertumbuhan di sektor produksi disebut masih berada pada jalur yang positif.
Untuk menjaga momentum ini, dirinya menekankan urgensi sinergi kebijakan yang komprehensif, tak hanya terbatas pada koordinasi fiskal dan moneter, tetapi juga mencakup kebijakan sektor riil yang sedang dalam tahap eksekusi.
Dalam berbagai kesempatan, Presiden RI Prabowo Subianto dinyatakan sering menyampaikan bahwa kekuatan dan daya tahan sebuah negara bergantung tiga pilar utama.
Pertama adalah ketahanan pangan yang diwujudkan melalui program seperti pembukaan lahan, pengembangan kampung nelayan, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pilar kedua yaitu ketahanan energi dengan upaya membangun kilang-kilang baru dan mengoptimalkan sumber daya domestik, termasuk pemanfaatan batu bara yang melimpah sebagai sumber energi strategis.
Terakhir ialah ketahanan pertahanan dan keamanan yang menjadi utama di tengah ketidakpastian geopolitik.
“Ketahanan keamanan itu menjadi utama,, apalagi Indonesia sebuah negara yang besar dengan penduduk yang 280 juta, jadi tentunya pertahanan keamanan juga menjadi prioritas utama saat ini,” kata dia.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
#bi #prabowo #mbg #ketahanan-pangan #ketahanan-energi
https://www.antaranews.com/berita/5524493/deputi-gubernur-bi-ekonomi-indonesia-cukup-kuat