Polemik Minyakita Disorot, Ikappi Minta Tak Bebani Pedagang

Polemik Minyakita Disorot, Ikappi Minta Tak Bebani Pedagang

Ikappi meminta agar pedagang pasar tradisional tidak disalahkan dalam polemik distribusi Minyakita dan menekankan pentingnya pembenahan sistem distribusi

(Bisnis.Com) 16/04/26 15:38 193486

Bisnis.com, JAKARTA — Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) DKI Jakarta mengingatkan agar polemik distribusi Minyakita tidak berujung menyalahkan pedagang pasar tradisional, di tengah klaim pemerintah bahwa stok minyak goreng tersebut mencukupi.

Ketua DPW Ikappi DKI Jakarta Miftahudin menekankan bahwa pedagang bukan pihak yang menentukan distribusi, melainkan kelompok yang justru paling terdampak oleh dinamika pasokan di lapangan.

Menurutnya, peningkatan permintaan setelah peralihan dari minyak curah ke Minyakita turut menambah tekanan bagi pedagang, terutama ketika distribusi tidak berjalan merata.

“Pedagang bukan penentu distribusi, melainkan pihak yang paling terdampak dari setiap kebijakan dan gangguan pasokan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (16/4/2026).

Dia menilai pernyataan pemerintah mengenai ketersediaan stok yang aman perlu dibarengi dengan upaya memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke pasar tradisional.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa stok pangan, termasuk beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman dan cukup hingga akhir tahun. Pemerintah juga mendorong penerapan harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita di pasar rakyat.

Namun demikian, Miftahudin menilai persoalan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan, tetapi juga distribusi yang belum merata pada waktu-waktu tertentu.

“Persoalan tidak berhenti pada ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi,” katanya.

Untuk itu, Ikappi meminta Perum Bulog sebagai pihak yang bertanggung jawab menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan memastikan tidak ada hambatan dalam penyaluran Minyakita.

Ikappi juga menegaskan agar narasi soal ketersediaan stok tidak berujung pada tudingan terhadap pedagang sebagai penyebab kelangkaan.

“Pedagang pasar tradisional bukan sumber masalah, melainkan pihak yang paling awal merasakan dampak dari kebijakan yang tidak berjalan optimal,” ujarnya.

Dia menambahkan, pedagang tidak memiliki kewenangan dalam mengatur suplai maupun distribusi dalam skala besar.

Oleh karena itu, Ikappi meminta agar pedagang tidak dijadikan pihak yang disalahkan dalam polemik Minyakita dan mendorong fokus pada pembenahan sistem distribusi. Langkah tersebut dinilai penting agar stabilitas pasokan benar-benar dirasakan hingga tingkat pasar.

#minyakita #distribusi-minyakita #pedagang-pasar-tradisional #stok-minyak-goreng #ikappi #polemik-minyakita #distribusi-tidak-merata #permintaan-minyakita #harga-eceran-tertinggi #perum-bulog #stabilit

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260416/99/1967136/polemik-minyakita-disorot-ikappi-minta-tak-bebani-pedagang