Bisnis Pupuk & Pestisida Dorong Kinerja DGWG

Bisnis Pupuk & Pestisida Dorong Kinerja DGWG

PT Delta Giri Wacana (DGWG) mencatat pertumbuhan penjualan 9,7% dan laba bersih 10,21% per September 2025, didorong bisnis pupuk dan pestisida yang meningkat.

(Bisnis.Com) 29/10/25 08:21 19531

Bisnis.com, JAKARTA— PT Delta Giri Wacana Tbk. (DGWG) mencatatkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih per September 2025 seiring dengan moncernya bisnis pupuk hingga pestisida.

Mengutip laporan keuangan per September 2025, penjualan DGWG mencapai Rp2,64 triliun, naik 9,7% dari sebelumnya Rp2,41 triliun. Perincian penjualan per kuartal III/2025 ialah pupuk Rp1,63 triliun, pestisida Rp945,06 miliar, alat pertanian Rp58,56 miliar, dan benih Rp3,22 miliar.

Perseroan mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp103,31 miliar per September 2025. Laba bersih tersebut meningkat 10,21% dari sebelumnya Rp93,74 miliar.

Direktur Utama DGWG David Yaory menjelaskan pertumbuhan kinerja terutama didorong oleh segmen usaha pestisida, yang mencatatkan lonjakan permintaan baik di pasar ritel maupun korporasi. Peningkatan performa ini juga tidak terlepas dari dimulainya operasi pabrik karbamasi.

“Pabrik karbamasi untuk menghasilkan active ingredients yang berkontribusi kepada pasar ekspor untuk produk pestisida,” tuturnya dalam siaran pers, Rabu (29/10/2025).

Sejalan dengan peningkatan dari bisnis pestisida, bisnis pupuk premium juga mengalami kenaikan produksi dan penjualan. Kenaikan kapasitas produksi yang telah dilakukan sejak awal tahun turut memperkuat pasokan pupuk premium DGWG, yang semakin diminati petani dan pelaku perkebunan.

David Yaory menuturkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kualitas hasil panen, ketahanan tanaman, serta penyesuaian terhadap pola cuaca ekstrem menjadikan pupuk dengan formulasi unggulan memiliki permintaan yang tinggi di pasar domestik.

Selain itu, segmen pestisida juga mencatatkan kinerja positif dengan perolehan marjin optimal, berkat efisiensi distribusi dan portofolio produk yang disesuaikan dengan kebutuhan berbagai jenis tanaman. Pertumbuhan juga terlihat di segmen alat-alat pertanian serta penjualan internal yang secara sinergis menopang kinerja grup secara keseluruhan.

Peningkatan kontribusi segmen B2C tersebut sejalan dengan peningkatan laba tahun berjalan sebesar Rp105,6 miliar, tumbuh 12,1%.

Di segmen B2B, produk DGWG menjadi pilihan utama sejumlah perusahaan perkebunan besar berkat reputasi kualitas, keandalan pasokan, dan layanan purna jual yang kuat. Kolaborasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi mitra korporasi, tetapi juga memperluas dampak ekonomi dalam rantai pasok pertanian nasional.

David Yaory menjelaskan bahwa pencapaian positif sepanjang 9 bulan 2025 merupakan hasil dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem agribisnis yang tangguh.

“Pertumbuhan yang kami capai hingga kuartal III/2025 bukan hanya hasil ekspansi kapasitas, tetapi juga bukti bahwa pendekatan ekosistem yang kami bangun selama ini mulai membuahkan hasil. Ribuan tenaga agronomis kami di lapangan tidak hanya berperan sebagai tim penjualan, tetapi juga sebagai mitra edukatif bagi petani,” ujarnya.

Tim DGWG memberikan pendampingan dan rekomendasi teknis ke petani. Relasi ini pun membentuk hubungan yang kuat dan saling percaya antara DGWG dan petani di seluruh Indonesia.

Hubungan jangka panjang dengan kios-kios pertanian di berbagai daerah juga menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan produk dan memperkuat distribusi nasional. Melalui jaringan distribusi yang terintegrasi, DGWG memastikan berbagai kebutuhan input pertanian — mulai dari pupuk, pestisida, hingga peralatan pertanian — dapat tersedia tepat waktu bagi para petani.

“Bagi pelaku usaha perkebunan khususnya di wilayah Sumatera produk kami sangat diminati, tetapi sulit dijangkau karena faktor pagu anggaran produksi yang menjadi orientasi. Kami melihat masalahnya ada pada biaya distribusi untuk itu segera kami antisipasi melalui pembangunan pabrik pupuk di Sumatera yang akan dimulai dalam waktu dekat,” papar David Yaory.

Dengan capaian yang menjanjikan hingga kuartal III/2025, DGWG melihat peluang pertumbuhan yang masih terbuka lebar di sisa 2025. Kombinasi antara fondasi bisnis yang kuat, ekosistem pertanian yang terintegrasi, dan strategi digitalisasi yang progresif bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam sektor agribisnis nasional.

#pupuk-pestisida #bisnis-pupuk #bisnis-pestisida #dgwg-penjualan #laba-bersih-dgwg #pabrik-karbamasi #pupuk-premium #permintaan-pestisida #alat-pertanian #benih-pertanian #pasar-ekspor-pestisida #kapas

https://market.bisnis.com/read/20251029/192/1924219/bisnis-pupuk-pestisida-dorong-kinerja-dgwg