Indonesia sabet tiga penghargaan global sektor pelatihan penerbangan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia meraih tiga penghargaan global sektor pelatihan penerbangan pada ajang International Civil Aviation ...
(Antara) 19/04/26 21:52 196118
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia meraih tiga penghargaan global sektor pelatihan penerbangan pada ajang International Civil Aviation Organization (ICAO) Global Implementation Support Symposium (GISS) 2026 yang berlangsung di Marrakech, Maroko.
"Penghargaan yang diraih meliputi Platinum Member ICAO Trainair Plus, Most Implemented STP Across the Network melalui program Ramp Safety Awareness, dan Highest Number of ICAO Training Packages Developed," kata Kepala PPSDMPU BPSDMP Kamenhub M. Abrar Tuntalanai di Jakarta, Minggu.
Penghargaan itu diserahkan langsung Sekjen ICAO Juan Carlos Salazar didampingi Deputy Director Capacity, Development and Implementation Bureau ICAO Miguel Marin kepada Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Udara (PPSDMPU) Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kamenhub.
Menurutnya, capaian itu semakin menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pemimpin dan kontributor utama dalam pengembangan pelatihan penerbangan global, khususnya dalam kerangka program Trainair Plus.
"Pengakuan internasional ini memberikan dampak konkret dan langsung terhadap kualitas lulusan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan, khususnya di sektor penerbangan," ujarnya.
Dia mengatakan taruna tidak hanya mendapatkan pembelajaran berbasis standar global ICAO, tetapi juga terpapar pada training package yang digunakan di industri penerbangan dunia.
Hal ini membuat proses pendidikan menjadi lebih aplikatif, link and match dengan kebutuhan industri, serta memperkuat kompetensi teknis dan safety awareness sejak dini.
Dampaknya, lulusan tidak lagi sekadar siap kerja di tingkat nasional, tetapi memiliki benchmark kompetensi internasional, lebih kompetitif di pasar global, dan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di industri penerbangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Ia menekankan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen berkelanjutan sejak tahun 2022 dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia penerbangan.
Menurutnya Indonesia kembali menegaskan posisinya di panggung internasional melalui capaian membanggakan dalam ajang ICAO GISS 2026 yang berlangsung pada 14–16 April 2026 di Marrakech.
Indonesia tidak hanya hadir sebagai delegasi, tetapi juga memainkan peran strategis sebagai anggota Steering Committee Meeting serta peserta aktif dalam workshop Trainair Plus.
"Keterlibatan ini memperkuat kontribusi Indonesia dalam penyusunan kebijakan serta penyelarasan standar pelatihan penerbangan sipil di tingkat global," ucapnya.
Ia menegaskan partisipasi itu menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan SDM penerbangan dunia.
Keikutsertaan Indonesia dalam ICAO GISS 2026, tembah dia, mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan kapasitas global sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pusat unggulan pelatihan penerbangan.
"Pengakuan internasional ini menjadi bukti nyata kualitas dan kontribusi Indonesia di tingkat global,” tutur dia.
Oleh karena itu, Indonesia memanfaatkan forum itu untuk menggelar berbagai side meeting dengan negara anggota ICAO Trainair Plus guna menjajaki peluang kerja sama strategis.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM penerbangan nasional agar selaras dengan kebutuhan industri global yang terus berkembang," katanya.
Partisipasi aktif Indonesia dalam ICAO GISS 2026 sekaligus menegaskan peran sebagai Training Center of Excellence, serta memperkuat langkah diplomasi Indonesia dalam pencalonan sebagai anggota ICAO Council periode 2028.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026