Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp1.084 Triliun pada Maret 2026

Dana Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp1.084 Triliun pada Maret 2026

Dana kelolaan reksa dana di Indonesia mencapai Rp1.084 triliun pada Maret 2026, tumbuh 3,97% dari Desember 2025.

(Bisnis.Com) 20/04/26 18:41 197016

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total dana kelolaan atau asset under management (AUM) industri reksa dana telah menembus angka Rp1.084 triliun per Maret 2026.

Kendati tumbuh positif, kontribusi industri reksa dana terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dinilai masih tertinggal jauh dibandingkan negara tetangga.

Direktur Pengawasan dan Pengelolaan Investasi 1 OJK Sujanto menjelaskan bahwa nilai dana kelolaan tersebut sebenarnya tumbuh 3,97% jika dibandingkan dengan posisi Desember 2025. Namun demikian, jika disandingkan dengan skala ekonomi nasional, penetrasinya baru mencapai angka 4% terhadap PDB.

“Kalau kami bandingkan dengan negara tetangga, Thailand itu sudah 30% dari PDB, Malaysia 36% dari PDB. Jadi masih banyak ketimpangan, banyak yang sebenarnya masih bisa dikejar,” ujar Sujanto dalam acara edukasi wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (20/4/2026).

Dari sisi partisipasi, jumlah investor reksa dana juga mencatatkan pertumbuhan signifikan menjadi 23,5 juta orang per Maret 2026. Angka tersebut melonjak dari posisi 19,2 juta pada akhir tahun lalu, atau tumbuh sekitar 8,14%.

Menariknya, struktur investor didominasi oleh generasi muda. Data OJK memperlihatkan bahwa sebanyak 54% investor reksa dana berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun.

Meskipun jumlah investor terus meningkat, Sujanto menilai peluang pasar masih terbuka sangat lebar. Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), total penduduk Indonesia mencapai 287 juta jiwa dengan sekitar 196 juta jiwa di antaranya masuk dalam kategori usia produktif (15-64 tahun).

“Artinya kalau dibandingkan dengan yang 23 juta investor tadi, peluang kita mengejar kelompok produktif menjadi investor masih banyak sekali,” tuturnya.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, OJK terus menekankan pentingnya penguatan edukasi dan literasi keuangan. Industri reksa dana dipandang sebagai instrumen investasi yang inklusif karena dapat diakses dengan modal yang sangat terjangkau, bahkan mulai dari Rp10.000 bagi investor pemula.

Sementara itu, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mencatat dana kelolaan reksa dana melonjak sebesar 35,06% menjadi Rp679,24 triliun pada 2025 atau dari Rp502,92 triliun pada akhir 2024.

Berdasarkan data Pasardana.id, reksa dana saham membukukan imbal hasil tertinggi yakni 17,23% per akhir 2025, diikuti reksa dana campuran sebesar 12,48%, reksa dana pendapatan tetap 6,96%, dan reksa dana pasar uang 3,18%.

Adapun capaian kinerja reksa dana saham selaras dengan penguatan pasar saham domestik, yang menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pertumbuhan sebesar 22,13% sepanjang tahun lalu.

Sementara itu, pertumbuhan AUM pada 2025 ditopang oleh reksa dana pendapatan tetap yang meningkat 67,04%, diikuti reksa dana pasar uang 60,03%, reksa dana terproteksi naik 11,15% dan reksa dana saham 3,51%.

Ketua Presidium APRDI Lolita Lilana menyampaikan bahwa pertumbuhan yang kuat ini mencerminkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

“Momentum ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, khususnya di kalangan generasi muda yang saat ini mendominasi komposisi investor,” ucap Lolita dalam kesempatan yang sama.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#reksa-dana #dana-kelolaan #asset-under-management #ojk #pdb-nasional #penetrasi-reksa-dana #investor-reksa-dana #generasi-muda-investor #literasi-keuangan #investasi-inklusif #reksa-dana-saham #imbal

https://market.bisnis.com/read/20260420/92/1967995/dana-kelolaan-reksa-dana-tembus-rp1084-triliun-pada-maret-2026