Zulhas Blak-blakan Bantuan Pangan Picu Lonjakan Harga Minyakita
Program bantuan pangan memicu kenaikan harga Minyakita karena menyerap pasokan besar. Pemerintah akan ubah skema agar tidak bergantung pada Minyakita.
(Bisnis.Com) 22/04/26 15:08 199207
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan menyebut program bantuan pangan menjadi salah satu pemicu kenaikan harga minyak goreng rakyat Minyakita di pasar tradisional.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan fenomena mahalnya Minyakita belakangan ini tidak lepas dari tingginya penyaluran bantuan pangan yang menggunakan produk tersebut. Kondisi ini membuat pasokan di pasar tradisional menyusut.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menuturkan program banpang menyerap pasokan Minyakita dalam jumlah besar. Hal ini mengingat penyaluran banpang 2 liter Minyakita selama dua bulan adalah sebesar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
“Kemarin ada 33 juta [KPM] bantuan pangan, kali 2 liter [Minyakita], kali 2 bulan. Nah, pakai Minyakita. Itu tuh kesedot, sehingga di pasar agak berkurang, sehingga harga menjadi naik,” ujarnya.
Untuk itu, pemerintah berencana mengubah skema penyaluran banpang agar tidak lagi mengandalkan Minyakita. Ke depan, bantuan dapat menggunakan berbagai merek minyak goreng dengan harga yang disepakati bersama produsen.
Menurutnya, akar persoalan kenaikan harga Minyakita saat ini lebih disebabkan oleh terserapnya pasokan ke program bantuan pangan.
“Kenapa naik? Itu karena ada bantuan pangan selama 2 bulan. 33 juta [KPM] x 2 bulan x 2 liter pakai minyak itu [Minyakita]. Nah sekarang kita ubah bantuan pangan nanti kita akan pakai merek apa saja dengan harga yang sama tentu. Kita akan minta ke produsen sehingga Minyakita tidak terganggu di pasarnya,” terangnya.
Selain itu, distribusi Minyakita akan kembali difokuskan untuk pasar tradisional dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, khususnya Perum Bulog, untuk menjaga ketersediaan di daerah.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan pemerintah masih mencari skema terbaik untuk penyediaan minyak goreng dalam program bantuan pangan.
“Belum tahu nanti. Sekarang kan sebagian minyakita. Nanti kita akan ketemu produsen. Kita cari solusinya untuk bantuan pangan. Ya bisa macam-macam nanti, tergantung kesepakatan,” pungkasnya.
Berdasarkan laman resmi Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga Minyakita mengalami tren berfluktuasi dalam satu bulan terakhir. Data menunjukkan, harga Minyakita dibanderol Rp15.926 per liter pada Rabu (22/4/2026). Harganya turun tipis 0,10% dibandingkan Selasa (21/4/2026) senilai Rp15.942 per liter.
#bantuan-pangan #harga-minyak-goreng #minyakita #kenaikan-harga-minyakita #pasokan-minyakita #program-bantuan-pangan #zulkifli-hasan #pasar-tradisional #distribusi-minyakita #bumn-pangan #perum-bulog #n-a