Bulog adopsi teknologi BRIN agar bisa simpan beras hingga dua tahun
Perum Bulog akan mengadopsi teknologi hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan kualitas penyimpanan beras di gudang ...
(Antara) 22/04/26 17:00 199442
Teknologi itu bisa mampu memelihara beras di gudang hampir sampai dua tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya
Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog akan mengadopsi teknologi hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan kualitas penyimpanan beras di gudang baru.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan teknologi tersebut memungkinkan beras disimpan hingga sekitar dua tahun tanpa menggunakan bahan kimia.
“Teknologi itu bisa mampu memelihara beras di gudang hampir sampai dua tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan teknologi tersebut dikembangkan melalui kerja sama antara Bulog dan BRIN yang telah dilakukan beberapa bulan terakhir.
Menurut dia, penggunaan teknologi tersebut akan membuat beras yang disimpan menjadi lebih sehat dan higienis.
“Sehingga beras itu akan semakin sehat, semakin higienis, dan lebih layak untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan campuran kimia,” ujarnya.
Ahmad mengatakan teknologi tersebut akan diterapkan secara bertahap pada gudang-gudang baru yang sedang disiapkan pemerintah.
“Nanti kita bertahap, harapannya nanti bisa 100 (titik) semuanya,” ucapnya.
Selain pada gudang baru, Bulog juga berencana melakukan renovasi gudang lama dengan teknologi serupa guna meningkatkan kualitas penyimpanan beras nasional.
Ia menilai inovasi tersebut merupakan hasil karya anak bangsa yang perlu dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
“Potensi ini hasil kreasi anak bangsa Indonesia sendiri, ini harus kita wujudkan,” tutur Ahmad.
Sebelumnya, Perum Bulog menyatakan sebanyak 100 titik pembangunan infrastruktur pascapanen telah rampung ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia menyebut penetapan tersebut mencakup seluruh tahapan perencanaan, termasuk studi kelayakan dan pertimbangan teknis di masing-masing wilayah.
Pembangunan infrastruktur dilakukan dengan pendekatan berbasis tipologi wilayah agar sesuai dengan potensi komoditas di daerah, termasuk penyediaan gudang di wilayah kepulauan serta fasilitas pengolahan di sentra produksi pangan.
Langkah penguatan infrastruktur pascapanen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi penanganan hasil pertanian sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan nasional.
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
#bulog #brin #teknologi-pangan #ahmad-rizal-ramdhani #gudang-bulog #beras