Astra (ASII) Putuskan Tebar Dividen Rp 292 per Saham, Cek Tanggalnya
Emiten raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 292 per saham. Keputusan itu disetujui dalam RUPST di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4).
(Katadata) 23/04/26 15:02 200600
Emiten raksasa otomotif PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 292 per saham. Menurut jadwal, dividen tersebut bakal dibayarkan pada bulan depan.
Keputusan itu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4).
Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto menuturkan, RUPST menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian ASII untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 32,76 triliun.
Secara terperinci, sebesar Rp 390 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp 15,66 triliun secara total dibagikan sebagai dividen tunai. Termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 98 per saham atau Rp 3,96 triliun yang telah dibayarkan pada 31 Oktober 2025.
“Sebesar Rp 292 per saham akan dibayarkan pada 25 Mei 2026 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham (DPS) perseroan pada Tanggal 6 Mei 2026 pukul 16.00 WIB,” ucap Boy di Jakarta, Kamis (23/4).
Boy mengatakan, sehubungan dengan program pembelian kembali saham (buyback) yang sedang berlangsung, jumlah total dividen tunai yang dibagikan akan bergantung pada jumlah total saham yang berhak menerima dividen berdasarkan DPS perseroan pada recording date dividen.
Sisanya minimum sebesar Rp 17,09 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perseroan. Jumlah total yang sebenarnya, akan bergantung pada total dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham.
Apabila menilik kinerja keuangannya, ASII membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 32,76 triliun sepanjang 2025. Torehan itu turun 3,36% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun sebelumnya sebesar Rp 33,90 triliun.
Alhasil, laba per saham perseroan ikut turun 3% jadi Rp 810 dari Rp 837 per unit pada periode sebelumnya. Presiden Direktur Astra periode 2020-2026, Djony Bunarto Tjondro mengatakan, penurunan laba terutama disebabkan oleh melemahnya harga batu bara dan lesunya pasar mobil baru.
“Namun, kinerja bisnis grup tetap resilien didukung oleh kontribusi yang baik dari bisnis-bisnis lainnya,” kata dia dalam keterangan persnya.
Mengutip laporan keuangan ASII hingga periode 31 Desember 2025, pendapatan bersih tercatat turun 1,54% menjadi Rp 323,39 triliun dari Rp 328,48 triliun.
Penurunan terutama berasal dari berkurangnya kontribusi bisnis jasa penambangan dan pertambangan batu bara serta penjualan mobil baru. Kinerja ini sebagian diimbangi oleh pertumbuhan pada bisnis pertambangan emas, jasa keuangan dan sepeda motor.
Menilik lebih lanjut, laba bersih ASII pada 2025 bersumber dari divisi otomotif dan mobilitas Rp 11,36 triliun, jasa keuangan Rp 8,95 triliun, alat berat, pertambangan, serta konstruksi dan energi Rp 9,09 triliun. Berikutnya, ada pula kontribusi divisi infrastruktur Rp 1,25 triliun, agribisnis Rp 1,17 triliun, properti Rp 719 miliar, dan teknologi informasi Rp 208 miliar.
Nilai aset bersih per saham meningkat 8% menjadi Rp 5.692. Sementara itu, kas bersih di luar anak usaha jasa keuangan mencapai Rp 7,2 triliun, turun dari Rp 8 triliun pada 2024. Utang bersih anak usaha jasa keuangan naik menjadi Rp 64,9 triliun dari sebelumnya Rp 60,2 triliun.