Internet Rakyat dan Sektor Properti Siap Topang Laju Ekonomi RI
Internet murah dan perumahan akan mendukung ekonomi RI. Program Internet Rakyat dan pengembangan perumahan diharapkan meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
(Bisnis.Com) 24/04/26 15:47 202094
Bisnis.com, JAKARTA — Pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan dinilai akan ditopang oleh program internet murah berbasis Internet Rakyat dan pengembangan sektor perumahan.
Prasasti Center for Policy Studies menilai akses internet yang terjangkau dan merata dapat menjadi penentu bagi perekonomian nasional, terutama dalam memperkuat sektor UMKM dan meningkatkan produktivitas masyarakat.
Board of Advisors Prasasti sekaligus Utusan Khusus Presiden RI untuk Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, menyebut saat ini biaya internet di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan negara lain di kawasan, sehingga membatasi pemanfaatan teknologi digital secara optimal.
“Biaya internet kita paling mahal di Asia Tenggara,” kata Hashim dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Hashim menuturkan program Internet Rakyat yang mendorong akses internet murah dengan kecepatan tinggi akan membuka potensi besar bagi pertumbuhan ekonomi, terutama dari sisi konsumsi dan aktivitas usaha kecil.
Berdasarkan berbagai studi internasional, peningkatan penetrasi internet memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi. Setiap kenaikan penetrasi sebesar 10% dapat mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 0,7% hingga 1,3%.
Namun demikian, lanjutnya, pemanfaatan internet di Indonesia dinilai masih jauh dari optimal. Dari potensi pengguna yang mencapai sekitar 80% populasi, tingkat penggunaan riil baru berada di kisaran 15%.
“Yang benar-benar menggunakan internet secara produktif masih sekitar 15%, padahal potensinya jauh lebih besar,” ujarnya dalam Prasasti Luncheon Talk.
Saat ini program Internet Rakyat sudah masuk dalam tahap implementasi dengan dua operator yakni PT Solusi Sinergi Digital Tbk. dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic). Program ini akan memperluas akses internet ke seluruh Indonesia dengan biaya langganan mulai dari Rp100.000 per bulan.
Selain mendorong digitalisasi, Hashim juga menyoroti pentingnya pengembangan sektor perumahan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, sebagaimana telah terjadi di sejumlah negara.
Pengalaman negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura menunjukkan bahwa sektor properti dapat menjadi penggerak utama ekonomi dalam jangka panjang.
Menurut perhitungannya, pembangunan 1 hingga 3 juta unit rumah per tahun berpotensi menambah pertumbuhan ekonomi sekitar 1% hingga 1,5%.
#internet-murah #internet-rakyat #pertumbuhan-ekonomi #sektor-perumahan #akses-internet #produktivitas-masyarakat #biaya-internet #teknologi-digital #konsumsi-usaha-kecil #penetrasi-internet #produk-do