OJK Cirebon Dorong Perbankan Buka Data untuk Dukung Sensus Ekonomi 2026
OJK Cirebon mendorong perbankan berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026 untuk memperkuat data ekonomi, mendukung kebijakan tepat, dan meningkatkan efisiensi pembiayaan.
(Bisnis.Com) 27/04/26 14:18 203903
Bisnis.com, CIREBON — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong partisipasi aktif industri jasa keuangan dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) guna memperkuat basis data ekonomi nasional dan daerah.
Dukungan tersebut dinilai krusial untuk menghasilkan potret ekonomi yang akurat sebagai landasan perumusan kebijakan, terutama di tengah dinamika sektor usaha dan transformasi ekonomi.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, menegaskan, keterlibatan pelaku industri keuangan menjadi elemen penting dalam memastikan kualitas data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, sektor jasa keuangan memiliki posisi strategis karena beririsan langsung dengan aktivitas pembiayaan, investasi, dan pengembangan usaha di berbagai skala.
“Partisipasi aktif industri jasa keuangan dalam memberikan data yang akurat akan sangat menentukan kualitas gambaran ekonomi yang dihasilkan. Data tersebut menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Agus, Senin (27/4/2026).
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026 dan menyasar seluruh pelaku usaha non-pertanian, mulai dari skala mikro hingga besar. Pendataan ini mencakup berbagai aspek, seperti struktur usaha, karakteristik bisnis, kondisi permodalan, investasi, hingga tingkat daya saing.
Bagi sektor jasa keuangan, keterlibatan dalam sensus ini tidak hanya sebatas kewajiban administratif, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat ekosistem pembiayaan berbasis data.
Informasi yang dihasilkan dari sensus akan memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai profil usaha, risiko, serta kebutuhan pembiayaan di berbagai sektor ekonomi.
Agus menilai, kualitas data yang baik akan berdampak langsung terhadap efektivitas intermediasi keuangan. Dengan data yang lebih akurat, lembaga keuangan dapat menyalurkan pembiayaan secara lebih terukur dan efisien.
“Dengan basis data yang kuat, industri keuangan dapat lebih tepat dalam menilai profil risiko dan kebutuhan pembiayaan pelaku usaha. Ini akan mendorong penyaluran kredit yang lebih produktif dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang sehat,” katanya.
Selain itu, Sensus Ekonomi 2026 juga akan menangkap perkembangan sektor-sektor baru, termasuk ekonomi digital, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Ketiga sektor tersebut dinilai semakin relevan dalam mendorong transformasi ekonomi nasional, sekaligus membuka peluang pembiayaan baru bagi industri jasa keuangan.
Data yang dihasilkan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih adaptif terhadap perubahan struktur ekonomi. Tidak hanya di tingkat nasional, hasil sensus juga akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi yang lebih terarah.
Dalam pelaksanaannya, BPS akan melibatkan sekitar 116 ribu petugas lapangan di seluruh Indonesia untuk memastikan cakupan pendataan yang luas dan akurat. Pendekatan ini diharapkan mampu menjangkau seluruh pelaku usaha secara komprehensif, termasuk sektor informal yang selama ini kerap belum terdata optimal.
OJK Cirebon menekankan, sinergi antara regulator, lembaga statistik, dan pelaku industri menjadi kunci keberhasilan sensus ini. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan data berkualitas, tetapi juga memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan melalui kebijakan berbasis bukti.
"Ke depan, OJK memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung terciptanya sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan," kata Agus.
#ojk-cirebon #sensus-ekonomi-2026 #industri-jasa-keuangan #data-ekonomi-nasional #partisipasi-aktif #kualitas-data #kebijakan-ekonomi #sektor-usaha #transformasi-ekonomi #badan-pusat-statistik #pembiay