Selat Hormuz Memanas, Pemerintah Cari Jalur Aman Pasokan Minyak
Pemerintah Indonesia mencari sumber impor minyak baru di luar Timur Tengah, termasuk dari Afrika, untuk mengurangi risiko geopolitik di Selat Hormuz.
(Bisnis.Com) 13/05/26 12:13 220002
Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah melanjutkan upaya diversifikasi sumber impor minyak mentah dari luar kawasan Timur Tengah dan Selat Hormuz guna menjaga ketahanan pasokan energi nasional di tengah meningkatnya risiko geopolitik global.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Syarief mengatakan pemerintah tengah menjajaki pasokan minyak mentah dari sejumlah negara selain Rusia dan Amerika Serikat.
Menurutnya, Indonesia juga mulai meningkatkan impor minyak mentah dari sejumlah negara di kawasan Afrika, termasuk Nigeria.
“Kita [impor minyak] dari Nigeria, negara-negara Afrika. Jadi, sumber-sumber lain non-Selat Hormuz,” katanya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Laode mengatakan diversifikasi impor dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi jalur utama distribusi energi global. Pemerintah menilai jalur tersebut rentan terganggu akibat eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pasokan minyak mentah dari Rusia segera masuk ke Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.
Impor tersebut merupakan bagian dari komitmen pembelian minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia yang dilakukan secara bertahap hingga akhir 2026.
Bahlil mengatakan pemerintah saat ini memprioritaskan ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan domestik.
“Bagi saya yang paling penting adalah semua stok kita ada dan untuk [minyak mentah] Rusia sebentar lagi masuk ya,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), volume impor minyak mentah Indonesia pada Januari 2026 mencapai 2,52 juta ton.
Angola tercatat menjadi pemasok terbesar dengan volume 553.890 ton atau setara 22,01% dari total impor minyak mentah Indonesia pada periode tersebut.
Arab Saudi berada di posisi kedua sebagai pemasok minyak mentah terbesar Indonesia, dengan volume 514.420 ton atau sekitar 20,44% dari total impor. Sementara itu, Nigeria menempati posisi ketiga dengan volume 513.120 ton atau setara 20,39%.
Brasil di peringkat selanjutnya tercatat memasok 272.780 ton minyak mentah atau sekitar 10,84% dari total impor minyak mentah Indonesia. Adapun Australia memasok sebesar 138.750 ton minyak mentah ke Indonesia, dengan pangsa 5,51%.
#selat-hormuz #pasokan-minyak #impor-minyak #ketahanan-energi #diversifikasi-impor #minyak-mentah #risiko-geopolitik #impor-minyak-afrika #minyak-nigeria #minyak-rusia #ketergantungan-minyak #konflik-g