Ifishdeco (IFSH) Berburu Tambang Baru, Incar Penjualan 1,49 Juta Ton Nikel

Ifishdeco (IFSH) Berburu Tambang Baru, Incar Penjualan 1,49 Juta Ton Nikel

Ifishdeco (IFSH) menargetkan volume penjualan nikel sebesar 1,49 juta ton pada 2026 melalui strategi akuisisi tambang baru di Sulawesi dan Maluku.

(Bisnis.Com) 18/05/26 19:23 224113

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pertambangan nikel PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) membidik volume penjualan bijih nikel sebanyak 1,49 juta ton pada 2026, yang akan didukung rencana akuisisi sejumlah tambang baru di Sulawesi dan Maluku.

Presiden Direktur IFSH, Muhammad Ishaq, menjelaskan target itu telah disesuaikan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah mendapatkan restu dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara itu, sepanjang tahun lalu, realisasi penjualan perseroan tercatat mencapai 1,29 juta ton atau di bawah target RKAB semula yakni 2,2 juta ton.

“Di 2026, kami akan menjual 1,49 juta metrik ton atau sesuai dengan RKAB yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian ESDM,” ucap Ishaq dalam paparan publik yang digelar hari ini, Senin (18/5/2026).

Untuk menjamin keberlanjutan bisnis jangka panjang, IFSH kini tengah menjajaki rencana akuisisi tambang baru di Sulawesi dan Maluku. Perseroan bahkan telah melakukan uji tuntas terhadap sejumlah lokasi potensial.

IFSH sedikitnya telah mengidentifikasi 4 hingga 6 tambang baru. Separuh dari jumlah ini ditargetkan dapat dieksekusi untuk proses akuisisi sepanjang 2026.

Direktur Keuangan IFSH Iwan Luison menambahkan perseroan mengalokasikan belanja modal atau capex senilai Rp45 miliar pada 2026. Perinciannya, Rp40 miliar untuk eksplorasi dan Rp5 miliar untuk operasional.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, IFSH memutuskan pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini.

Perseroan akan menebar dividen Rp26 per saham, dengan total nilai mencapai Rp50 miliar. Jumlah ini setara dengan payout ratio sekitar 69,32% dari total laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2025.

Sepanjang 2025, perseroan membukukan penjualan bersih konsolidasian sebesar Rp1 triliun. Perolehan ini mengalami kenaikan sebesar 2,90% dibandingkan capaian 2024 yang tercatat sebesar Rp972,71 miliar.

Pertumbuhan kinerja IFSH ditopang oleh solidnya bisnis nikel dan peningkatan kontribusi penjualan pasir silika dari entitas anak, PT Hangtian Nur Cahaya.

IFSH juga mampu mencetak pertumbuhan laba bersih tahun berjalan sebesar 6,40% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2026 menjadi Rp106,52 miliar, meningkat dari posisi raihan sebelumnya yakni Rp100,11 miliar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

#ifishdeco #ifsh #tambang-nikel #penjualan-nikel #akuisisi-tambang #tambang-sulawesi #tambang-maluku #rencana-kerja #kementerian-esdm #belanja-modal #capex-ifsh #dividen-tunai #laba-bersih-ifsh #penjua

https://market.bisnis.com/read/20260518/192/1974566/ifishdeco-ifsh-berburu-tambang-baru-incar-penjualan-149-juta-ton-nikel