Pemerintah Siapkan Paket Stimulus Semester II, Ada Diskon Tiket Pesawat
Airlangga menyebut stimulus itu disiapkan untuk menopang aktivitas ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
(Katadata) 26/05/26 15:02 232607
Pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus ekonomi yang akan digelontorkan pada semester II 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, stimulus yang digelontorkan mencakup diskon transportasi, insentif tiket pesawat, program magang nasional, vokasi pekerja, hingga pemangkasan pajak royalti penulis.
Airlangga menyebut stimulus itu disiapkan untuk menopang aktivitas ekonomi pada paruh kedua tahun ini.
“Jadi, itu yang tadi dibahas dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di semester kedua,” kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Salah satu stimulus yang disiapkan ialah diskon transportasi selama masa libur sekolah dan untuk libur Natal-Tahun Baru (Nataru). Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 190 miliar untuk program libur sekolah dengan target penerima sekitar 3,07 juta orang.
“Untuk liburan sekolah disiapkan anggaran sebesar Rp190 miliar, penerima manfaatnya sebesar 3.074.889 orang,” kata dia.
Sementara untuk periode Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 161,4 miliar dengan target penerima 2,87 juta orang.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif tiket pesawat ekonomi melalui skema pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP). Airlangga mengatakan, diskon tiket pesawat mencapai 30%.
“Untuk transportasi udara seperti biasa diberikan diskon 30% dan PPN ditanggung pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merinci anggaran PPN DTP tiket pesawat ekonomi pada periode 24 Juni hingga 5 Juli mencapai Rp 472,7 miliar.
“PPN ditanggung pemerintah itu untuk pesawat ekonomi 24 Juni sampai 5 Juli itu Rp 472,7 miliar,” kata Purbaya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).
Airlangga mengatakan, pemerintah juga tengah menyiapkan insentif serupa untuk periode Nataru, namun nilai final anggarannya masih dihitung.
Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah menyiapkan program magang nasional batch 4 yang dimulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta dan anggaran Rp 4,14 triliun.
“Program magang nasional ini untuk 150.000 pemagang mulai bulan Juli,” kata Purbaya.
Selain itu, pemerintah menargetkan program vokasi nasional bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terkena PHK. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp 2,12 triliun.
Selain itu, pemerintah juga memangkas pajak royalti penulis menjadi pajak penghasilan (PPh) final 1,5% dari sebelumnya sekitar 6%.
Pemerintah Belum Putuskan Kelanjutan Insentif Kendaraan Listrik
Sementara itu, pemerintah belum memutuskan kelanjutan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Purbaya mengatakan kebijakan tersebut masih ditunda sekitar satu bulan karena masih dalam tahap perhitungan.
“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi. Ada perhitungan yang masih dihitung,” kata Purbaya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemberian insentif untuk kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) merupakan langkah mendorong industri sekaligus menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
“Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan,” kata dia usai pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).
Ia mengatakan, skema insentif menjadi salah satu opsi kebijakan yang tengah dibahas pemerintah lintas kementerian untuk memperkuat sektor manufaktur di tengah tekanan global.
Insentif EV dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada BBM, yang pada akhirnya berpotensi menekan beban subsidi energi. “Sekarang ada yang lebih penting, yaitu agar kita bisa mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi,” katanya.