Kejar Swasembada Bawang, Kementan Beri Insentif Rp 375 M Ke Petani

Kejar Swasembada Bawang, Kementan Beri Insentif Rp 375 M Ke Petani

Program itu merupakan bagian upaya pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih yang masih mengandalkan pasokan impor.

(Kompas.com) 17/06/26 19:38 252546

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengucurkan insentif senilai Rp 375 miliar kepada petani untuk mengembangkan pembibitan bawang putih dalam negeri.

Program itu merupakan bagian upaya pemerintah mewujudkan swasembada bawang putih yang masih mengandalkan pasokan impor.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono alias Mas Dar, mengatakan biaya produksi bawang putih mencapai Rp 120 juta per hektare.

“Dalam satu hektar itu untuk menanam bawang putih pembibitan ini kira-kira dibutuhkan biaya sekitar Rp 120 juta per hektare, dan bibit itu dari Rp 120 juta itu Rp 75 jutanya,” kata Mas Dar saat ditemui di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Sejauh ini, Kementan menganggarkan insentif itu menyasar 5.000 hektare lahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika ditotal, maka jumlah insentif tersebut mencapai Rp 375 miliar.

Melalui program ini, setiap petani akan mendapatkan insentif atau pinjaman berupa bibit bawang putih senilai Rp 75 juta per hektare.

Nantinya, petani akan diminta mengembalikan insentif itu dalam bentuk bibit bawang putih sebanyak 1,5 kali dari jumlah yang diberikan.

“Bibit yang lain dikembalikan, satu setengah kali sisanya boleh dijual bebas,” ujar Mas Dar.

Adapun bibit bawang putih yang dikembalikan ke Kementan akan disalurkan ke petani lain sebagai insentif yang sama.

Dengan cara ini, pemerintah berharap stok bibit bawang putih dalam negeri secara bertahap bisa memenuhi kebutuhan produksi di 100.000 hektare lahan.

Luasan lahan tanam itu merujuk pada perhitungan Kementan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih nasional.

“Kalau sudah ada yang membibit, membibit, membibit kemudian kita bibitnya gimana bisa ditangkar cukup. Intinya nanti ujungnya obyektif dari ini bukan pembibitan tapi bagaimana yang ditanam itu yang kita konsumsi,” jelas Mas Dar.

Orang dekat Presiden Prabowo Subianto itu mengatakan, saat ini 90 persen konsumsi bawang putih nasional mengandalkan impor dari negara lain.

Sementara, negara asal bakal membatasi pembelian bibit bawang putih sehingga pemerintah kekurangan stok bibit untuk 100.000 hektare lahan.

Oleh karena itu, Kementan merancang program pembibitan bawang putih yang dilakukan secara bertahap.

Dengan skema tersebut Kementan memproyeksikan, Indonesia bisa mencapai swasembada bawang putih dalam waktu sekitar 4 tahun.

“Kita butuh at least 3-4 tahun untuk bisa mencapai swasembada ini. Tantangan paling utama adalah ketersediaan lahan dan juga adalah khususnya lagi adalah ketersediaan bibit,” tutur Mas Dar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#kementan #swasembada-bawang-putih #bawang #insentif-petani

https://money.kompas.com/read/2026/06/17/193848626/kejar-swasembada-bawang-kementan-beri-insentif-rp-375-m-ke-petani