Pemprov DKI Siapkan Rp 100 Miliar untuk Program LPDP Khusus Jakarta
Anggaran sebesar Rp 100 miliar yang dialokasikan Pemprov DKI untuk LPDP khusus Jakarta diperkirakan mampu menguliahkan 50 hingga 75 calon mahasiswa ke universitas luar negeri.
(Katadata) 26/06/26 14:09 260666
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk program bantuan pendanaan pendidikan lewat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) khusus Jakarta. Anggaran ini diperkirakan mampu menguliahkan 50 hingga 75 calon mahasiswa ke universitas luar negeri.
Ia menjelaskan, dana ini akan dikelola oleh pihak Pemerintah Jakarta. Namun, pihaknya akan menggandeng LPDP pusat agar program tersebut dapat direalisasikan pada tahun depan.
“Dana yang ada tentunya dana yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, tetapi karena untuk mengurus LPDP itu ternyata takes time, butuh waktu yang lama, maka kami bekerja sama dengan LPDP Pusat,” ujar Pramono di Balai Kota, Jumat (26/6), seperti dikutip dari Antara.
Pramono menjelaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga akan menentukan siapa saja mahasiswa ibu kota yang berhak menerima beasiswa tersebut. Pemerintah Jakarta nantinya akan mengurus terkait kampus hingga jurusan yang dapat dipilih.
“Untuk menentukan siswa, universitas, jurusan, dan sebagainya, nanti Pemerintah DKI Jakarta yang akan menentukan,” kata dia.
Ia berharap program ini bisa segera terealisasi agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Pramono berharap program ini bisa menjadi kesempatan besar bagi anak-anak Jakarta untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Kalau ini bisa terealisasi, menurut saya ini sangat baik memberikan kesempatan bagi anak-anak atau mahasiswa Jakarta untuk bisa sekolah di luar negeri menggunakan LPDP Jakarta,” kata Pramono.
Dana Kelolaan LPDP Tembus Rp 180 T
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebelumnya mencatat telah memberikan beasiswa kepada 58.444 orang sejak program ini pertama kali berdiri hingga Februari 2026. Total dana abadi yang dikelola mencapai Rp 180 triliun.
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Sudarto mengatakan, jumlah itu terdiri dari, penerima beasiswa program degree untuk S2 sebanyak 42.249 orang dan S3 sebanyak 12.471 orang, serta program non-degree untuk S2 sebanyak 395 orang, dan dokter spesialis sebanyak 3.329 orang.
Ia juga mencatat, terdapat 19.197 penerima beasiswa yang tengah berjalan proses studinya dan 5.924 orang belum berangkat.
“Dana Abadi yang dikelola LPDP sampai dengan hari ini berjumlah Rp 180 triliun,” kata Sudarto dalam acara media briefing LPDP, di Gedung DJPK Kemenkeu, Jakarta, Rabu (25/2).
Ia menjelaskan dana abadi ini terdiri dari Rp 149,8 triliun untuk dana abadi beasiswa, dana abadi penelitian Rp 14 triliun. Selain itu, dana abadi perguruan tinggi yang digunakan untuk peningkatan peringkat perguruan tinggi Indonesia Rp 11 triliun, serta dana abadi kebudayaan atau Indonesiana Rp 6 triliun.
Dalam pelaksanaan tata kelolanya, menuurt dia, dana abadi pendidikan tersebut ada yang dikelola LPDP, tetapi ada yang dikolaborasikan dengan kementerian/lembaga terkait, seperti Kemendiktisaintek, Kemendikdasmen, Kemenag, BRIN, hingga Kemenhan.
"Khusus untuk DAPN, Dana Abadi Penelitian ya, PMO-nya itu ada di Dikti Ristek, kemudian di BRIN, dan di Kemenag. Kemudian yang Dana Kebudayaan ada di Kementerian Kebudayaan, sedangkan Dana Abadi Perguruan Tinggi ada di Kementerian Dikti Ristek,” kata Sudarto.