Likuiditas Seret, Purbaya Bakal Tambah Penempatan Dana di Himbara Jadi Rp400 Triliun
Menkeu Purbaya akan menambah penempatan dana di bank Himbara menjadi total Rp400 triliun untuk mengatasi masalah likuiditas yang kering.
(Bisnis.Com) 26/06/26 16:41 260845
Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan kembali menempatkan sekaligus menambah dana pemerintah di bank pelat merah atau Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi total Rp400 triliun.
Purbaya nenjelaskan langkah tersebut diambil usai melakukan pertemuan dengan para direktur utama (dirut) bank-bank Himbara pada Jumat (26/6/2026) pagi. Menurutnya, para dirut berkeluh-kesah karena likuiditas di perbankan semakin kering.
Bendahara negara mengakui bahwa beberapa pekan sebelumnya pemerintah memang sempat menarik dana simpanannya di Himbara sekitar Rp100 triliun atas permintaan \'sejumlah pihak\'. Dia tidak menyebutkan pihak yang dimaksud.
"Rupanya jadi kering dan tidak ada sumber uang lagi [di perbankan]. Jadi saya kembalikan lagi," ujarnya di Kantor Kemenkeu, Jakarta Jumat (26/6/2026).
Dia menjelaskan kini sisanya dana pemerintah di bank-bank Himbara sekitar Rp170 triliun. Oleh sebab itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menambah Rp30 triliun pada tahap awal.
Selanjutnya, akan ada tambahan penempatan dana lagi sebesar Rp100 triliun untuk tenor 3—4 bulan dan Rp70 triliun hingga Rp100 triliun untuk tenor fleksibel (bisa ditarik atau dimasukan kapanpun).
"Jadi Rp400 triliun. Rp200 triliun [jangka panjang] tambah Rp100 triliun [jangka menengah], tambah Rp100 triliun [fleksibel]. Itu yang sampai akhir tahun, fix," tegas Purbaya.
Menurutnya, pemerintah memiliki keleluasaan kas yang sangat cukup untuk melakukan ekspansi likuiditas tersebut. Saat ini, posisi dana kas pemerintah yang terparkir di Bank Indonesia (BI) mencapai Rp590 triliun.
Purbaya memaparkan, penambahan likuiditas ini merupakan instrumen utama untuk menjaga stabilitas makroekonomi, terutama di tengah tekanan nilai tukar. Dia menilai, mengeringnya likuiditas di perbankan dan pelaku usaha telah memicu kekhawatiran pelambatan ekonomi yang berisiko mendorong keluarnya arus modal asing (capital outflow) yang turut membuat kurs rupiah terdepresiasi.
Dengan membanjiri kembali sistem perbankan dengan likuiditas, pemerintah berharap suku bunga pasar akan turun, kredit kembali melaju, dan prospek ekonomi kembali menjanjikan di mata investor.
"Kalau kita balik, kan prospek ekonomi balik lagi. Orang cenderung investasi di negara yang ekonominya akan lari. Akibatnya rupiah akan menguat lagi. Ini juga atas petunjuk Bapak Presiden, beliau ingin ekonomi jalan dan semua gangguan dihilangkan," jelas Purbaya.
Menurutnya, kabar penambahan dana ini pun langsung disambut positif oleh jajaran direksi lima bank Himbara, yaitu (Persero) Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk.
Purbaya belum bisa merincikan detail penempatan ke masing-masing bank tersebut. Hanya saja dia menjelaskan Bank Mandiri, BRI, dan BNI akan menerima jumlah yang sama, sementara BSI dan BTN akan menerima dana yang lebih kecil.
#likuiditas-seret #penempatan-dana #himbara #bank-pelat-merah #purbaya-yudhi-sadewa #dana-pemerintah #bank-milik-negara #likuiditas-perbankan #kemenkeu #stabilitas-makroekonomi #tekanan-nilai-tukar #su