Kementerian PU Mulai Bangun 7 Jembatan Permanen di Aceh
Kementerian PU menargetkan pembangunan tujuh jembatan secara permanen di Provinsi Aceh dimulai paling lambat pada akhir Januari 2026.
(Bisnis Tempo) 19/01/26 15:39 107326
BANJIR bandang di Provinsi Aceh mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan. Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) mencatat sebanyak 16 jembatan putus, 362 titik longsor, dan 37 titik banjir terjadi di ruas jalan nasional. Seluruh ruas tersebut kini telah ditangani dan kembali fungsional.
Saat ini Kementerian PU tengah menyiapkan penanganan permanen secara bertahap terhadap tujuh jembatan dan 28 titik longsor di ruas jalan nasional yang terdampak. Penanganan longsor tersebar di sejumlah ruas, antara lain 18 titik di ruas Bireuen–Batas Kota Bireuen/Bener Meriah, dua titik di ruas Simpang Uning–Batas Kota Takengon–Uwaq, serta beberapa titik lainnya di ruas Aceh Tengah–Gayo Lues, Gayo Lues–Kutacane, Genting Gerbang–Nagan Raya, dan Pameu–Genting Gerbang.
Dari tujuh jembatan yang akan ditangani, enam jembatan telah difungsionalkan melalui penanganan darurat, termasuk pemasangan Jembatan Bailey. Konstruksi permanen ditargetkan mulai paling lambat akhir Januari 2026. Sementara itu, satu jembatan lainnya, yakni Jembatan Pantai Dona, telah memasuki tahap penanganan permanen yang diawali dengan pembongkaran jembatan eksisting.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pemerintah memprioritaskan keterjagaan akses logistik agar kebutuhan dasar masyarakat dan aktivitas ekonomi tidak terhambat.
“Dalam 50 hari pertama, fokus kami memastikan tidak ada kabupaten dan kota yang terisolasi. Memang masih ada beberapa desa dan kecamatan dengan akses terbatas, dan itu menjadi sasaran penanganan lanjutan. Tim di lapangan terus bekerja bersama TNI dan Polri,” kata Dody dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.
Ia menambahkan, penanganan jembatan menjadi tantangan terbesar pascabencana. Namun, untuk percepatan, Kementerian PU membangun jembatan perintis agar akses awal segera terbuka.
Salah satu jembatan yang telah kembali berfungsi adalah Jembatan Krueng Tingkeum di ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara. Jembatan ini kembali fungsional sejak 27 Desember 2025 melalui pemasangan Jembatan Bailey berkapasitas 30 ton. Penanganan permanen berupa duplikasi jembatan dijadwalkan dimulai dengan pemancangan pertama pada 20 Januari 2026.
Jembatan Krueng Meureudu di ruas Banda Aceh–Meureudu juga telah kembali fungsional untuk semua jenis kendaraan. Penanganan permanen akan difokuskan pada rehabilitasi jembatan eksisting serta perbaikan daerah aliran sungai (DAS) guna mengurangi risiko kerusakan berulang.
Sementara itu, Jembatan Teupin Mane di ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah telah terhubung sejak 18 Desember 2025 melalui Jembatan Bailey. Ke depan, jembatan tersebut akan diganti dengan jembatan rangka permanen disertai penanganan longsoran jalan.
Penanganan permanen juga akan dilakukan pada Jembatan Krueng Beutong di ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Jeuram, Jembatan Lawe Mengkudu I di ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kutacane, serta Jembatan Krueng Pelang di ruas Geumpang–Genting Gerbang–Simpang Uning. Seluruh jembatan tersebut saat ini telah difungsionalkan melalui penanganan darurat.
"Adapun Jembatan Pantai Dona di ruas Simpang Semadam–Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, merupakan jembatan non-nasional yang telah mulai ditangani secara permanen sesuai arahan Presiden," kata Dody Hanggodo.
#kementerian-pu #jembatan #aceh #banjir
https://tempo.co/ekonomi/kementerian-pu-mulai-bangun-7-jembatan-permanen-di-aceh-2108228