Padel vs Jalan Kaki, Mana yang Buat Umur Lebih Panjang?

Padel vs Jalan Kaki, Mana yang Buat Umur Lebih Panjang?

Perbandingan aktivitas fisik seperti padel vs jalan kaki, mana yang membuat hidup lebih lama.

(Bisnis.Com) 23/01/26 18:18 112426

Bisnis.com, JAKARTA - Olahraga menjadi sebuah tren yang paling banyak diminati masyarakat luas akhir-akhir ini. Sejumlah cabang olahraga (cabor) pun mengalami lonjakan peminat sejak pandemi Covid-19.

Masifnya penggunaan media sosial juga menjadi salah satu alasan mengapa olahraga kini banyak dilirik oleh masyarakat. Konten edukasi mengenai kesehatan yang berkaitan dengan olahraga laris diminati.

Terlebih, kini banyak cabor yang mulai memberikan manfaat bagi peminatnya. Tak hanya tentang kesehatan, namun juga relasi dan gaya hidup ke arah yang lebih sehat.

Gaya hidup yang lebih sehat pun membuat risiko kematian akibat berbagai penyakit menurun. Melansir RSJP Paramarta, rutin berolahraga menurunkan risiko penyakit jantung.

Bahkan, olahraga dapat meningkatkan fungsi jantung karena organ dipacu lebih keras sehingga mampu bekerja dalam jangka panjang.

Olahraga juga membuat sirkulasi darah lancar hingga menurunkan tekanan darah yang dapat menghindarkan dari risiko stroke.

Namun ternyata, beda olahraga yang dipilih dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Misalnya, berjalan kaki ternyata membuat hidup lebih lama daripada bermain padel.

Perbandingan Padel vs Jalan Kaki

Berdasarkan jurnal terbuka yang dirilis oleh BMJ Medicine, ditemukan bahwa seseorang yang melakukan berbagai jenis olahraga memiliki risiko kematian dini 19% lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang melakukan jenis olahraga paling sedikit.

Hubungan antara banyaknya jenis olahraga dan penurunan risiko kematian dini ini berlaku di setiap tingkat aktivitas fisik. Dengan kata lain, variasi olahraga berkontribusi pada umur panjang terlepas dari berapa banyak total waktu yang dihabiskan peserta untuk berolahraga.

Berjalan kaki mengurangi risiko kematian sebesar 17%. Kemudian olahraga sejenis tenis, squash, atau racquetball memiliki risiko 15% lebih rendah.

Latihan beban atau latihan resistensi memiliki risiko 13% lebih rendah. Sedangkan berlari berisiko 13% lebih rendah untuk mengurangi kematian.

Adapun bersepeda berada di paling bawah dengan angka 4% lebih rendah untuk mengurangi risiko kematian.

Studi juga menjelaskan bahwa untuk berkurangnya risiko kematian terkait dengan penyakit kardiovaskular dan penyakit pernapasan paling bagus dilakukan dengan melakukan olahraga seperti berlari, tenis, squash, atau racquetball.

Kemudian berenang memiliki hubungan nonlinier yang signifikan dengan mortalitas penyakit pernapasan.

Bahkan sebagian besar aktivitas fisik, kecuali berenang, menunjukkan hubungan nonlinier yang signifikan dengan mortalitas kanker.

Dalam kesimpulannya, studi ini menunjukkan bahwa gaya hidup aktif dan keterlibatan dalam berbagai aktivitas fisik dapat memfasilitasi kelangsungan hidup jangka panjang.

Seseorang dengan tingkat aktivitas fisik total yang lebih tinggi cenderung memiliki faktor risiko kesehatan yang lebih rendah. Termasuk merokok, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

#olahraga #jalan-kaki #padel #padel-vs-jalan-kaki #jalan-kaki-vs-padel #perbandingan-jalan-kaki-vs-padel #mengurangi-risiko-kematian #hidup-lebih-lama #padel-vs-jalan-kaki-mana-yang-buat-hidup-lebih-la

https://lifestyle.bisnis.com/read/20260123/106/1946727/padel-vs-jalan-kaki-mana-yang-buat-umur-lebih-panjang