Menilik Program Kampung Nelayan: Disinggung Prabowo di Davos, Raupan Investasi Rp90 Triliun

Menilik Program Kampung Nelayan: Disinggung Prabowo di Davos, Raupan Investasi Rp90 Triliun

Presiden Prabowo Subianto memaparkan program Kampung Nelayan Merah Putih di Davos, bertujuan modernisasi 1.000 kampung nelayan dengan investasi Rp90 triliun.

(Bisnis.Com) 27/01/26 08:52 115242

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah bergeliat mendongkrak sektor kelautan dan perikanan. Salah satu program yang digeber adalah Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).

Program tersebut turut disinggung oleh Prabowo di World Economic Forum 2026 di Davos pada Kamis (22/1/2026). World Economic Forum 2026 di Davos sendiri dihadiri para kepala negara, pemimpin pemerintahan, serta tokoh ekonomi global, dan menjadi panggung internasional pertama bagi Presiden Prabowo untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi Indonesia di tingkat global

Dalam pidatonya di Davos, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah tengah memodernisasi kampung nelayan. Pemerintah akan membangun sekitar 1.000 kampung nelayan.

"Setiap kampung akan memiliki 2.000 nelayan. Kami berharap dapat memberikan dampak kepada 10 juta nelayan beserta istri dan anak-anak mereka," kata Prabowo dalam pidatonya di World Economic Forum 2026 di Davos pada pekan lalu.

Prabowo menambahkan program KMNP telah dimulai dengan percontohan di Biak, Papua. Hasilnya menurut Prabowo menggembirakan dengan rata-rata peningkatan mata pencaharian nelayan 60% dari pendapatan tahunannya.

Pendapatan nelayan terdongkrak sebab, akses infrastruktur seperti cold storage yang sebelumnya sulit dijangkau kemudian bisa didapatkan.

"Untuk mendapatkan solar yang jauh, kami akan membangun stasiun pengisian bahan bakar diesel di setiap kampung," kata Presiden.

Sebelum menghadiri World Economic Forum 2026 di Davos, Prabowo terlebih dahulu berkunjung ke Inggris. Hasil lawatan ke Inggris, terdapat komitmen investasi sebesar Rp90 triliun.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bentuk komitmen investasi itu guna menggenjot potensi laut Indonesia. Bentuknya adalah kerja sama di bidang maritim yaitu pembuatan kapal-kapal tangkap sebanyak 1.582 kapal.

"Sebagaimana yang pernah kami sampaikan bahwa tiga perempat wilayah negara kita adalah lautan, jadi kita ingin betul-betul meningkatkan potensi laut kita, yang itu tentu saja nanti kita berharap akan meningkatkan kesejahteraan saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan," ujar Prasetyo dalam konferensi pers.

Terlebih, menurutnya pemerintah berupaya mendongkrak produksi protein berbasis ikan dari laut. Sebab, asupan protein Indonesia dari ikan masih cukup rendah. Ditambah, Indonesia juga sedang mengembangkan KMNP.

"Kita membangun kurang lebih 100 kampung nelayan di seluruh wilayah Tanah Air, yang mungkin dalam waktu dekat ini juga sudah selesai. Kampung-kampung nelayan ini memang kita modernisasi, yang biasanya selama ini belum memiliki dermaga kita buat dermaga, yang tidak memiliki cold storage nelayan-nelayan kita bangunkan dalam satu paket," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, program KMNP merupakan program pemerintah dengan tujuan membangun dan mentransformasi desa pesisir dan kampung perikanan menjadi lebih modern, produktif, dan terintegrasi. Ragam infrastruktur yang disiapkan di antaranya fasilitas pendukung seperti pabrik es, sentra kuliner, hingga SPBU khusus nelayan.

Program KMNP menyerap anggaran Rp24,2 triliun dengan target pengembangan hingga 1.100 kampung nelayan.

Bangun 65 Lokasi KMNP Tahap Pertama

Tahun lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah membangun 65 lokasi KMNP dalam tahap pertama. Kemudian, tahap kedua dibangun 35 lokasi KMNP hingga menjadi 100 KMNP di Indonesia.

Ketua Tim Koordinasi Pelaksanaan Pembangunan KNMP Trian Yunanda mengatakan pelaksanaan pembangunan KMNP dilakukan dengan menjaga mutu konstruksi, estetika, serta ketepatan waktu. Di samping itu, pelibatan masyarakat lokal sebagai tenaga kerja juga menjadi perhatian agar dampak ekonomi selama masa pembangunan dapat dirasakan langsung.

“Intinya, KNMP kita jalankan sebaik-baiknya di banyak titik secara terintegrasi dalam satu model bisnis perikanan untuk kesejahteraan masyarakat pesisir, daya saing produk perikanan, serta menumbuhkan ekonomi dari tingkat bawah,” terangnya.

Dia menjelaskan, program ini tidak hanya menyiapkan sarana prasana perikanan melainkan juga meningkatkan kompetensi masyarakat di wilayah itu, untuk menciptakan usaha perikanan yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Dalam catatan Bisnis, Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan KKP Mahrus mengatakan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih akan dilakukan oleh Koperasi Desa/Kelurahan (KopDes/Kel) Merah Putih.

Menurutnya, kegiatan usaha nelayan sebenarnya telah berjalan dan hanya perlu diperkuat melalui kelembagaan koperasi dengan menghadirkan unit-unit usaha perikanan di desa atau kelurahan. Unit usaha tersebut meliputi cold storage, pabrik es, bengkel nelayan, kios perbekalan, hingga bahan bakar minyak untuk nelayan (SPBUN).

Dia menjelaskan serapan tenaga kerja dari program KMNP terdiri dari tenaga kerja nelayan dan tenaga kerja operasional. Untuk tenaga kerja nelayan, KKP memperkirakan akan ada sekitar 2.000 tenaga kerja baru di 100 lokasi, dengan rincian 20 tenaga kerja bantuan kapal serta 200–700 nelayan eksis per lokasi.

Sementara itu, tenaga kerja operasional diperkirakan mencapai 5.000 orang atau sekitar 50 tenaga kerja di setiap lokasi KNMP.

Berdasarkan lini bisnis, akan ada 2 tenaga kerja di lini bisnis cold storage, 2 orang mobil pengangkut, 2 orang di pabrik es, 2 orang di lini bisnis bengkel, 2 orang di tambatan kapal, 2 orang di kios perbekalan, 2 orang di SPBN, 6 orang di sentra kuliner, dan 10 orang di koperasi.

#kampung-nelayan #prabowo-subianto #world-economic-forum #investasi-rp90-triliun #kampung-nelayan-merah-putih #modernisasi-kampung-nelayan #cold-storage-nelayan #stasiun-pengisian-bahan-bakar #komitmen

https://kabar24.bisnis.com/read/20260127/15/1947466/menilik-program-kampung-nelayan-disinggung-prabowo-di-davos-raupan-investasi-rp90-triliun