Menko AHY Minta Pembangunan Infrastruktur ke Depan Harus Tahan Bencana

Menko AHY Minta Pembangunan Infrastruktur ke Depan Harus Tahan Bencana

Menko AHY menekankan pentingnya infrastruktur tahan bencana untuk mitigasi risiko akibat bencana alam dan perubahan iklim, dengan fokus pada integrasi teknis dan edukasi.

(Bisnis.Com) 05/02/26 14:30 126787

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya penguatan aspek ketahanan dalam setiap proyek pembangunan fisik nasional.

Dia menjelaskan, langkah ini diambil guna memitigasi risiko kerusakan infrastruktur akibat tingginya frekuensi bencana alam dan perubahan iklim.

Pada saat yang sama, AHY menyoroti kondisi kawasan transmigrasi di berbagai wilayah, termasuk di Bener Meriah, Aceh, yang saat ini sangat rentan terhadap dampak bencana. Menurutnya, pemetaan risiko iklim (climate risk) harus menjadi variabel utama dalam perencanaan tata ruang dan pengembangan wilayah ke depan agar aset negara tidak hancur berulang kali.

"Kita semua berharap pembangunan infrastruktur ke depan ini lebih punya daya tahan," tegas AHY dalam agenda Rapat Koordinasi Pelaksanaan Transmigrasi 2026 di Kantor Kemenko IPK, Kamis (5/2/2026)

Lebih lanjut, AHY menyatakan bahwa filosofi pembangunan saat ini tidak boleh sekadar mengembalikan fungsi daerah yang terdampak bencana.

Pemerintah berkomitmen menerapkan standar konstruksi yang lebih tinggi dan terintegrasi agar infrastruktur memiliki usia pakai yang lebih panjang dan tahan terhadap guncangan alam.

AHY juga secara khusus meminta Kementerian Transmigrasi untuk memasukkan kesadaran mitigasi bencana ke dalam kurikulum pelatihan bagi para transmigran. Kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi situasi darurat dinilai sama pentingnya dengan keandalan fisik bangunan di lokasi penempatan.

"Bukan hanya membangun kembali daerah bencana, tetapi membangun lebih baik, dengan standar yang lebih tinggi, dan tentunya terintegrasi satu sama lain," tambahnya.

Melalui integrasi antara kesiapan teknis dan edukasi masyarakat, pemerintah membidik penurunan tingkat kerugian ekonomi akibat kerusakan infrastruktur pascabencana.

Berdasarkan catatan Bisnis, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tengah mencatat hingga Sabtu (17/1/2026) masih ada 9.880 jiwa yang berada di wilayah terisolir akibat bencana banjir Sumatra.

Berdasarkan data Posko Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi Aceh Tengah ribuan masyarakat terisolir itu tersebar di 15 kampung dan 1 kecamatan.

Kepala Dinas Kominfo Aceh Tengah Mustafa Kemal mengatakan hingga 1,5 bulan lebih pascabencana, belasan kampung belum bisa diakses via jalur darat.

"Terdapat 13 kampung yang belum bisa dilalui kendaraan roda 2 dan 21 kampung yang belum bisa dilalui kendaraan roda 4, terutama di Kecamatan Ketol dan Linge," ucap Mustafa.

#infrastruktur-tahan-bencana #pembangunan-infrastruktur #mitigasi-bencana #risiko-bencana-alam #perubahan-iklim #transmigrasi-aceh #pemetaan-risiko-iklim #tata-ruang-wilayah #standar-konstruksi-tinggi #n-a

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260205/45/1950442/menko-ahy-minta-pembangunan-infrastruktur-ke-depan-harus-tahan-bencana