Breaking! BPS Lapor Inflasi RI Februari 2026 sebesar 0,68% MtM dan 4,76% YoY
BPS melaporkan inflasi Indonesia Februari 2026 mencapai 0,68% MoM dan 4,76% YoY.
(Bisnis.Com) 02/03/26 11:41 151703
Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi inflasi pada Februari 2026 sebesar 0,68% secara month to month (MoM). Sementara, secara tahunan terjadi 4,76% secara tahunan (YoY).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan kelompok pengeluaran yang mempengaruhi inflasi pada Februari 2026 yaitu makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi 1,54% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,45%.
"Terutama daging ayam ras andil inflasi sebesar 0,09%, cabai rawit 0,08%, ikan segar 0,05%, cabai merah 0,04%, dan juga tomat, beras, dan telur ayam ras dengan andil inflasi masing-masing 0,02%," ujarnya dalam konferensi pers pada Senin (2/3/2026).
Komoditas lain yang memberikan andil inflasi yaitu emas perhiasan dan tarif angkutan udara. Dari sisi komponen, Ateng menyebutkan komponen inti dan harga bergejolak mengalami inflasi, sedangkan harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi.
Sementara, secara tahunan didorong perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 16,19% dengan andil inflasi sebesar 2,26%. "Inflasi kelompok ini disebabkan adanya low base effect pada komoditas tarif listrik pada Februari 2025," jelas Ateng.
Sebagai informasi, pada Januari dan Februari 2025 pemerintah meneraplan kebijakan diskon tarif listrik yang menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan mendorong terjadinya deflasi. Penurunan IHK ini menyebabkan level harga pada Januari-Februari 2025 berada di bawah pola tren normalnya.
Sebelumnya, konsensus ekonom memproyeksikan inflasi melonjak pada Februari 2026, baik secara bulanan maupun tahunan.
Sebanyak 14 ekonom yang dihimpun Bloomberg memproyeksikan median atau nilai tengah IHK pada Februari mengalami inflasi sebesar 0,30% secara bulanan (month on month/MoM). Nilai tersebut melonjak dibandingkan realisasi deflasi sebesar 0,15% MoM pada bulan sebelumnya atau Januari 2026.
Adapun estimasi tertinggi diberikan oleh Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) David Sumual sebesar 0,48% MoM. Sementara estimasi terendah disampaikan oleh Ekonom KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana dengan deflasi sebesar 0,11% MoM.
Secara tahunan (year on year/YoY), 24 ekonom memproyeksi median IHK pada Februari berada di zona inflasi sebesar 4,30%. Nilai tersebut naik moderat dibandingkan realisasi inflasi sebesar 3,55% YoY pada Januari.
Estimasi tertinggi terpantau berada di angka 4,54% yang dikeluarkan oleh Ekonom Barclays Bank PLC Brian Tan. Sebaliknya, estimasi terendah di angka 3,75% oleh Ekonom Bank or China HK Ltd Jakarta Brn Ferdrik.
#inflasi-februari-2026 #bps-inflasi #inflasi-bulanan #inflasi-tahunan #proyeksi-inflasi #inflasi-indonesia #inflasi-mom #inflasi-yoy #ihk-februari-2026 #deflasi-januari-2026 #ekonom-bloomberg #estimasi