Iran Kibarkan Bendera Merah, Densus 88 Mulai Waspada
Kapolri minta Densus 88 waspada usai Iran kibarkan bendera merah, simbol pembalasan atas serangan Israel-AS. Fokus pertahankan zero terrorist attack.
(Bisnis.Com) 03/03/26 11:35 153019
Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Densus 88 Anti-teror Polri mulai waspada, usai adanya pengibaran bendera merah di Iran.
Menurutnya, ancaman aksi teror tak luput dari perhatian Polri khususnya untuk pengamanan mudik Lebaran 2026. Dia mengatakan saat ini total ada 13.252 kelompok teror yang termonitor kepolisian.
"Dan tentunya ini menjadi perhatian kita karena saat ini sedang terjadi konflik global yang memang memiliki potensi akan adanya geliat terkait dengan hal ini," ujar Sigit di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).
Setelah menyampaikan soal konflik global, Sigit pun menyinggung soal pengibaran bendera merah dari Iran yang menyimbolkan serangan pembalasan.
Atas hal tersebut, jenderal polisi bintang empat ini meminta agar Densus 88 Anti-teror Polri agar lebih waspada untuk mempertahankan zero terrorist attack.
"Apalagi Iran telah mengibarkan bendera merah sebagai simbol pembalasan dan pertanda serangan yang terjadi di Iran dan ini tentunya menjadi PR bagi rekan-rekan khususnya Densus, untuk bisa mempertahankan Zero Terrorist Attack. Yang tentunya ini menjadi PR besar bagi kita," imbuhnya.
Lebih jauh, Sigit menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan sebanyak tujuh orang yang diduga terkait kelompok teror saat pelaksanaan mudik pada 2026.
"Tahun kemarin kita mengamankan 7 orang target pada saat pelaksanaan mudik dan tolong ini betul-betul kerjasama yang baik dengan seluruh jajaran Intelijen, kemudian koordinasi dengan rekan-rekan dari TNI, Pemerintah Daerah," pungkasnya.
Sekadar informasi, Iran telah mengibarkan bendera merah di kubah Masjid Jamkaran usai Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Dalam unggahan akun Masjid Jamkaran pada Minggu (1/3/2026), nampak bendera merah itu dikibarkan di tempat ziarah kota suci Iran Qom. Selain itu, foto Khamenei juga terlihat dibawa oleh sekelompok orang dalam unggahan @jamkaran_ir.
Dalam kesempatan terpisah, Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerd mendesak negara-negara Islam untuk bersikap tegas menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Perang sering sekali menimbulkan kerugian bagi semua pihak, khususnya bagi masyarakat sipil. Boroujerd menegaskan bahwa Iran selama ini mematuhi berbagai kesepakatan internasional. Dia menyebut serangan yang terjadi sebagai tindakan ilegal yang melanggar hukum internasional.
“Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal, maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi,” ujar Boroujerd, Senin (2/3/2026).
#iran-bendera-merah #densus-88-waspada #pengamanan-mudik-lebaran #konflik-global #zero-terrorist-attack #kelompok-teror-indonesia #serangan-pembalasan-iran #bendera-merah-iran #ancaman-teror #intelijen