Reli Harga CPO Berlanjut Sempat Tembus 4.628 Ringgit per Ton
Harga CPO naik 2,9% ke 4.628 ringgit/ton, didorong lonjakan harga minyak mentah akibat konflik Timur Tengah, meningkatkan permintaan biofuel.
(Bisnis.Com) 12/03/26 17:22 163350
Bisnis.com, JAKARTA — Harga kontrak berjangka minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) melanjutkan reli untuk hari kelima dalam enam sesi perdagangan terakhir. Kenaikan harga CPO ini beriringan dengan lonjakan harga minyak mentah yang kembali tembus US$100 per barel.
Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak kelapa sawit kontrak pengiriman Mei sempat naik 2,9% menjadi 4.628 ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatives pada jeda tengah hari, Kamis (12/3/2026). Tak berapa lama kemudian, harga mulai konsolidasi ke 4.582 ringgit per ton.
Sementara itu, harga minyak kedelai kontrak pengiriman Mei naik 0,8% menjadi 67,72 sen per pon di Chicago. Selanjutnya, harga minyak sawit olahan kontrak pengiriman Mei naik 2,8% menjadi 9.790 yuan per ton di Dalian Commodity Exchange dan minyak kedelai untuk Mei naik 1,5% menjadi 8.696 yuan per ton.
Adapun, reli harga CPO seiring dengan lonjakan harga minyak mentah yang meningkatkan prospek permintaan bahan baku biofuel. Harga minyak Brent sempat melonjak hingga 10% setelah Oman mengevakuasi seluruh kapal dari terminal ekspor minyak utamanya dan dua kapal tanker diserang di perairan Irak.
Lonjakan di bursa energi imbas konflik di Timur Tengah telah membuat harga minyak sawit mendekati paritas dibandingkan dengan premi rata-rata US$313 per ton selama setahun terakhir.
Rajesh Modi, trader di Sprint Exim Pte di Singapura, mengatakan penyempitan selisih harga tersebut membuat margin produksi biofuel menjadi lebih menarik.
"Volume besar minyak sawit dialirkan ke bahan bakar berbasis tanaman, terutama di Indonesia sebagai produsen terbesar," kata Modi dikutip Bloomberg pada Kamis (12/3/2026).
Adapun, Indonesia mewajibkan bahan bakar dicampur dengan 40% biodiesel berbasis sawit dengan rencana untuk secara bertahap meningkatkan mandat tersebut hingga 50%.
Saat ini, Direktur Jenderal Energi Baru dan Terbarukan di Kementerian Energi Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah masih melakukan uji coba untuk tingkat pencampuran yang lebih tinggi tersebut. Uji jalan kendaraan diperkirakan selesai pada Juni.
Namun, perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran di Timur Tengah yang membuat Selat Hormuz ditutup turut memicu lonjakan harga metanol di Asia Tenggara. Alkohol ini merupakan bahan penting untuk memecah tanaman dan mengubahnya menjadi bahan bakar, sementara Indonesia selama ini bergantung pada Timur Tengah untuk sebagian besar impor metanolnya.
Jika perang berlanjut, hal ini berisiko menghambat produksi biofuel dan memperparah krisis energi di kawasan.
#cpo #harga-cpo #minyak-kelapa-sawit #harga-minyak-sawit #harga-minyak-mentah #kontrak-berjangka-cpo #bursa-malaysia-derivatives #minyak-sawit-olahan #harga-minyak-kedelai #bursa-energi #biofuel #produ