Susul RI, Anwar Ibrahim Sebut Malaysia Siap Kirim Pasukan ke Gaza
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kesiapan Malaysia untuk bergabung dalam misi penjaga perdamaian PBB di Gaza, menyusul langkah serupa oleh Indonesia.
(Bisnis.Com) 27/10/25 09:38 16713
Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Gaza bersama negara lain, termasuk anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar saat bertemu Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam pertemuan bilateral di sela KTT Asean ke-47 di Kuala Lumpur, Minggu (26/10/2025),
“Malaysia menegaskan kembali pendirian teguh dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, serta menyambut baik sikap konsisten PBB dan keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) yang menilai blokade rezim Israel terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai pelanggaran hukum internasional,” ujar Anwar dalam pernyataan resmi kantor perdana menteri dikutip dari kantor berita Bernama, Senin (27/10/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Anwar dan Guterres juga membahas peran Malaysia sebagai ketua Asean dalam memfasilitasi dialog perdamaian antara Thailand dan Kamboja, serta mendorong dialog inklusif di Myanmar.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga telah menegaskan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi lebih jauh dalam proses perdamaian Timur Tengah, termasuk dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian (peacekeeping force) di Palestina jika diminta oleh pihak terkait.
“Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan pihak katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Qatar, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina. Mereka bertanya, bagaimana kesiapan Indonesia, kami katakan kami siap,” tutur Prabowo.
Lebih lanjut, dia menambahkan, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian bila dibutuhkan dalam proses penegakan dan pemeliharaan gencatan senjata di wilayah konflik.
“Kalau diminta pasukan penjaga perdamaian, pasukan peacekeeping, Indonesia siap. Itu sudah saya tegaskan,” tegasnya.
Sementara itu, gencatan senjata bertahap antara Hamas dan Israel, yang difasilitasi melalui mediasi regional dan internasional berdasarkan rencana 20 poin dari AS, mulai berlaku pada 10 Oktober lalu.
Sejak Oktober 2023, agresi militer Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina dan melukai lebih dari 170.300 orang, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.
#malaysia-kirim-pasukan #anwar-ibrahim-gaza #malaysia-pbb-gaza #perdamaian-palestina #pasukan-penjaga-perdamaian #malaysia-dukung-palestina #anwar-ibrahim-pbb #malaysia-asean-perdamaian #indonesia-kiri