Ketiga Kalinya, Para Ahli Tak Melihat Perbaikan Ekonomi Indonesia
Tiga kali survei LPEM secara berturut-turut mengungkap mayoritas ahli tidak melihat perbaikan ekonomi Indonesia. Tiga kali survei LPEM secara berturut-turut mengungkap... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 18/03/26 20:47 168575
JAKARTA - Tiga kali survei LPEM secara berturut-turut mengungkap mayoritas ahli tidak melihat perbaikan ekonomi Indonesia . Data penilaian kondisi ekonomi saat ini versus tiga bulan lalu, masih konsisten dengan hasil survei sebelumnya.Dari 85 ekonom yang menjadi responden, tercatat ada 35 menilai lebih buruk, 32 (tidak berubah), 10 (lebih baik), 6 (jauh lebih buruk), dan 2 ekonom menyatakan ekonomi jauh lebih baik. Economic Experts Survey-Semester I 2026 merupakan, survei independen oleh LPEM FEB UI yang mengumpulkan pandangan para ekonom tentang kondisi ekonomi Indonesia, perkembangan kebijakan, dan prospek ke depan.
Survei ini merupakan putaran ketiga yakni 24 Februari hingga 9 Maret 2026, setelah sebelumnya dilakukan pada Maret dan Oktober 2025. Menariknya, selama tiga putaran berturut-turut, para ahli masih belum melihat peningkatan kondisi ekonomi Indonesia.
Riset FEB UI: Hilirisasi Tambang Bangun Masa Depan Ekonomi Inklusif di Indonesia
Sebanyak 85 ekonom menjadi responden survei ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, antara lain: Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Gorontalo, Bali, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Lampung, Jawa Timur, dan Jambi.
Responden dari luar negeri berasal dari Australia, Inggris, Belanda, Selandia Baru, Singapura, Korea Selatan, dan Tiongkok, serta beberapa institusi multinasional.
Perang AS-Israel vs Iran Berjalan Dua Pekan, Menko Airlangga Jabarkan Kondisi Ekonomi RI
Jika Saat Ini Ekonomi Masih Memburuk, Bagaimana 3 Bulan Lagi?
Mayoritas (42%) memperkirakan pertumbuhan ekonomi tidak akan berubah dalam tiga bulan ke depan. Tingkat keyakinan para ahli berada di 7,47, menunjukkan ketidakpastian cukup masih tinggi. Rata-rata respons tercatat -0,11, sedikit membaik dari survei sebelumnya -0,13. Namun perubahannya sangat kecil. Karena itu prospek pertumbuhan ekonomi masih terlihat lesu.
Penilaian Inflasi Saat Ini dan 3 Bulan ke Depan
Kondisi Saat Ini: Mayoritas ahli (67%) menilai inflasi lebih tinggi dibanding tiga bulan lalu. Rata-rata penilaian mencapai +0,71, meningkat dari hasil survei sebelumnya +0.47. Kondisi ini perlu diwaspadai, karena kenaikan harga barang dan jasa dapat menggerus daya beli masyarakat.Tiga Bulan ke Depan: Mayoritas ahli (75%) memperkirakan tekanan inflasi akan meningkat. Rata-rata penilaian mencapai +0,91 dengan tingkat keyakinan 7,60, menunjukkan kekhawatiran yang menguat. Sebagian ahli mengaitkan prospek ini dengan ketegangan geopolitik yang berpotensi mengganggu rantai pasokan global dan pasar energi, sehingga mendorong kenaikan harga domestik.
Penilaian Lingkungan Bisnis Saat Ini dan 3 Bulan ke Depan
Kondisi Saat Ini: Mayoritas ahli (45%) menilai kondisi lingkungan bisnis memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Rata-rata penilaian tercatat -0,67, lebih rendah dari survei sebelumnya -0,45, menandakan perbaikan yang sempat muncul tidak bertahan lama.Tiga Bulan ke Depan: Mayoritas ahli (47%) memperkirakan kondisi lingkungan bisnis akan tetap tidak berubah. Bahkan 46% ahli justru memperkirakan kondisi memburuk. Rata-rata respons tercatat -0,49, lebih tinggi dari survei sebelumnya -0,28. Hal ini menunjukkan kekhawatiran para ahli terus menumpuk.
(akr)
#pemulihan-ekonomi #ekonomi-indonesia #lpem-feb-ui #ekonomi-ri