Warga Berbondong-bondong Gadaikan Emas saat Libur Lebaran 2026, Perusahaan Ini Ungkap Faktanya
Budi Gadai fokus pada produk emas dan platform digital untuk menghadapi lonjakan transaksi gadai menjelang Lebaran 2026, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
(Bisnis.Com) 25/03/26 09:58 172117
Bisnis.com, JAKARTA — PT Budi Gadai Indonesia mengungkapkan cara untuk menghadapi peningkatan transaksi gadai pada masa libur Lebaran 2026.
Direktur Budi Gadai Indonesia, Budiarto Sembiring, menyebut tren transaksi gadai menjelang lebaran menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun lalu. Kemudian, jumlah nasabah dan nilai pinjaman juga naik secara bertahap. Akan tetapi, dia tidak membeberkan berapa besaran pastinya.
Adapun, strategi untuk menghadapi peningkatan transaksi gadai adalah pihaknya menambah cadangan dana tunai supaya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang meningkat drastis.
“Kemudian, fokus pada produk emas karena menjadi barang paling banyak digadaikan dan ditebus menjelang Lebaran,” ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.
Tidak hanya itu, dia menyebut perusahaan juga semakin mendorong platform digital untuk transaksi gadai dan konsisten menyiapkan strategi internal.
Menurut Budi, menjelang Lebaran 2026 barang jaminan yang paling banyak digadaikan adalah sejenis emas dan elektronik. Menurutnya, kuantitas kedua barang ini mengalami peningkatan sejalan dengan kebutuhan likuiditas menjelang Lebaran.
“Dalam situasi menjelang Lebaran, nominal pinjaman nasabah meningkat dan selalu maksimal sesuai dengan kebutuhan nasabah saat ini. Untuk tenor yang dipilih tidak ada perubahan, tetap mengikuti tren dan grafik yang berjalan sesuai pilihan nasabah,” jelasnya.
Sementara itu, untuk pelunasan atau tebus gadai Budi menyebut trennya hampir sejalan dengan gadai baru. Banyak nasabah yang menebus benda jaminan dikarenakan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).
“Dan biasanya memenuhi kebutuhan tradisi lebaran seperti ingin memakai perhiasan ataupun benda jaminan yang digadaikan untuk membangun suasana lebaran,” sebutnya.
Lebih jauh, Budi mengungkapkan tantangan yang dihadapi perusahaannya saat jelang Lebaran tahun ini mencakup berpacu pada lonjakan permintaan karena kebutuhan konsumsi, mudik, dan belanja.
Kemudian, lanjutnya, persaingan dengan pinjaman online alias pinjol, maraknya perusahaan gadai swasta, dan tuntutan untuk pergadaian supaya bertransformasi digital agar tidak tertinggal dari fintech.
Untuk diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat penyaluran perusahaan pergadaian pada Maret 2024 tumbuh 1,78% MtM dan pada Maret 2025 1,66% MtM.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK Agusman menilai hal itu menunjukkan periode Ramadan hingga menjelang Lebaran menjadi momentum pertumbuhan pembiayaan.
“Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan gadai,” ujarnya dalam lembar jawaban RDK OJK Februari 2026, dikutip pada Senin (16/3/2026).
#gadai-emas #transaksi-gadai #budi-gadai #peningkatan-transaksi #menjelang-lebaran #produk-emas #pinjaman-nasabah #platform-digital #barang-jaminan #tebus-gadai #kebutuhan-likuiditas #persaingan-pinjam