Pemerintah Terapkan Skema WFH Sehari Demi Hemat BBM, Pengamat Bilang Begini
Pemerintah rencanakan WFH sehari untuk hemat BBM, efektif di kota besar, namun dampaknya terbatas. Kebijakan ini dimulai pasca-Lebaran untuk ASN dan sektor swasta.
(Bisnis.Com) 26/03/26 09:20 173109
Bisnis.com, JAKARTA — Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) menilai rencana penerapan skema work from home (WFH) satu hari sebagai langkah efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Kebijakan ini diharapkan mampu secara efektif menekan penggunaan energi di sektor transportasi darat.
Direktur Eksekutif Pushep Bisman Bakhtiar menjelaskan bahwa kebijakan ini berpotensi menurunkan konsumsi BBM harian secara signifikan di wilayah Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
Meski demikian, penghematan yang terjadi akibat kebijakan WFH diperkirakan masih relatif terbatas karena hanya dapat diterapkan oleh sektor-sektor tertentu.
“Memang betul kebijakan satu hari WFH berpotensi menurunkan konsumsi BBM transportasi harian, khususnya di Jakarta dan kota-kota besar. Namun, dampaknya relatif terbatas, jadi penghematannya tidak terlalu besar karena hanya sebagian sektor yang bisa menerapkan WFH. Tetapi bisa jadi sebaliknya, konsumsi energi rumah tangga justru bisa meningkat,” ujar Bisman kepada Bisnis, Rabu (25/3/2026).
Bisman memberikan catatan bahwa skenario ini dipandang hanya efektif sebagai langkah temporer yang menyasar bidang administrasi dan jasa yang mendukung kerja jarak jauh.
Dalam pelaksanannya, tambah Bisman, pemerintah harus tetap selektif dan proporsional dalam menentukan cakupan sektor yang dilibatkan. Pasalnya, sektor logistik dan layanan publik tidak dapat sepenuhnya menjalankan operasional dari rumah.
“Jadi penerapan kebijakan WFH ini perlu cermat dan hati-hati agar tidak mengganggu produktivitas ekonomi,” tegasnya.
Untuk diketahui sebelumnya, pemerintah memang tengah mengkaji serius penerapan WFH untuk menekan konsumsi BBM di tengah fluktuasi harga energi global. Langkah strategis ini muncul menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam stabilitas pasokan minyak.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku setelah periode libur Idulfitri.
“PascaLebaran tapi nanti akan kita tentukan waktunya,” ungkapnya.
Rencana tersebut dipastikan akan mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), sektor swasta, hingga pemerintah daerah secara nasional. Pemerintah berupaya melindungi postur APBN dari tekanan fiskal yang semakin nyata akibat beban subsidi energi.
Adapun, kekhawatiran terhadap beban anggaran meningkat seiring posisi Indonesia yang masih bergantung pada impor minyak mentah sekitar 1 juta barel per hari. Saat harga minyak dunia menembus level US$100 per barel, melampaui asumsi dalam APBN
Dalam situasi tersebut, WFH dipandang sebagai instrumen pengendalian konsumsi energi yang paling efisien tanpa memerlukan alokasi anggaran tambahan. Pengurangan pergerakan kendaraan pribadi diharapkan dapat menahan laju pengeluaran devisa untuk belanja minyak mentah.
Dalam perkembangannya, pemerintah mengaku tengah mematangkan detail waktu pelaksanaan agar skema ini tidak menghambat momentum pemulihan ekonomi pascahari raya.
#wfh-sehari #efisiensi-anggaran #wfh-pns #wfh-asn #hemat-bbm #konsumsi-bbm #efisiensi-energi #transportasi-darat #pushep #jakarta-wfh #kebijakan-wfh #sektor-tertentu #energi-rumah-tangga #kerja-jarak-j