AS Kerahkan 3.500 Pasukan ke Timur Tengah, Ancang-ancang Invasi Darat ke Iran?

AS Kerahkan 3.500 Pasukan ke Timur Tengah, Ancang-ancang Invasi Darat ke Iran?

AS mengerahkan 3.500 pasukan ke Timur Tengah, meningkatkan ketegangan dengan Iran. Meski Trump menunda serangan, negosiasi dengan Teheran masih berlangsung.

(Bisnis.Com) 30/03/26 09:25 176079

Bisnis.com, JAKARTA — Tensi perang antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat (AS)-Israel tampaknya terus naik. AS dilaporkan telah mengirimkan 3.500 pasukannya ke Timur Tengah.

Pengiriman ribuan pasukan AS itu menandai babak baru konflik yang telah berlangsung sejak akhir Februari lalu. Spekulasi yang berkembang, AS berencana melakukan serangan darat ke Iran.

Adapun Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM), dalam akun X resminya, telah mengonfirmasi bahwa kapal serbu amfibi USS Tripoli telah tiba di Timur Tengah pada Sabtu (28/3/2026).

"Para pelaut dan marinir AS di atas USS Tripoli (LHA 7) tiba di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS pada tanggal 27 Maret. Kapal serbu amfibi kelas Amerika ini berfungsi sebagai kapal induk untuk Grup Siap Amfibi Tripoli/Unit Ekspedisi Marinir ke-31 yang terdiri dari sekitar 3.500 pelaut dan marinir, selain pesawat angkut dan pesawat tempur, serta aset serbu amfibi dan taktis.," kata CENTCOM dilansir, Senin (30/3/2026).

Meski demikian, pengerahan ribuan pasukan AS itu kontras dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menunda tenggat serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari, dengan alasan negosiasi dengan Teheran masih terus berlangsung dan berjalan sangat baik.

Sebelumnya, Trump menyatakan akan memperpanjang selama 10 hari komitmennya untuk menahan diri dari serangan terhadap fasilitas energi Iran. Ini menjadi perpanjangan kedua sejak ancaman pada Sabtu lalu untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran apabila tidak tercapai kesepakatan.

Pada Kamis (26/3/2026), Trump kembali menyebut operasi militer dapat berlangsung selama empat hingga enam pekan dan menyatakan upaya perang AS berjalan lebih cepat dari jadwal.

Namun demikian, perpanjangan tenggat tersebut juga memberi waktu tambahan bagi AS untuk memperkuat pengerahan pasukan.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat anonim di Pentagon menyebut Departemen Pertahanan mempertimbangkan pengiriman hingga 10.000 tambahan pasukan ke Timur Tengah, sehingga memberi lebih banyak opsi bagi Trump.

“Menanggapi permintaan pemerintah Iran, pernyataan ini menegaskan bahwa saya menunda periode penghancuran pembangkit energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026 pukul 20.00 waktu Timur. Pembicaraan masih berlangsung dan, meskipun ada pernyataan keliru dari media berita palsu dan pihak lain, negosiasi berjalan sangat baik," tulis Trump dalam unggahan media sosial.

Adapun, di pasar keuangan, saham-saham Asia melemah pada Jumat setelah penurunan di Wall Street. Sementara itu, harga minyak mentah Brent terkoreksi setelah sebelumnya melonjak pada perdagangan Kamis.

Belum jelas dengan siapa AS melakukan negosiasi mengingat sejumlah pejabat tinggi Iran telah tewas. Trump mengatakan kepada Fox News bahwa Iran awalnya meminta penundaan tujuh hari, tetapi dia memberikan waktu 10 hari

#as-iran #as-timur-tengah #pasukan-as #serang-iran #uss-tripoli #komando-pusat-as #donald-trump #negosiasi-iran #serangan-darat-iran #kapal-serbu-amfibi #energi-iran #militer-as #the-wall-street-journa

https://kabar24.bisnis.com/read/20260330/19/1962830/as-kerahkan-3500-pasukan-ke-timur-tengah-ancang-ancang-invasi-darat-ke-iran