Klien JPMorgan Mulai Taruh Perhatian ke Risiko Ekologis karena Titik Kritis Bumi Terlampaui

Klien JPMorgan Mulai Taruh Perhatian ke Risiko Ekologis karena Titik Kritis Bumi Terlampaui

Klien JPMorgan khawatir risiko ekologis akibat melemahnya arus Atlantik, yang dapat memperburuk musim dingin Eropa dan memicu perubahan iklim lebih cepat.

(Bisnis.Com) 30/03/26 15:55 176589

Bisnis.com, JAKARTA — Klien institusional JPMorgan Chase & Co. mulai menaruh perhatian khusus terhadap titik kritis yang menentukan kualitas ekologis Bumi, terutama terhadap seberapa lemah arus Atlantik yang berpotensi membuat musim dingin di Eropa menjadi lebih dingin.

“Risiko-risiko tersebut mulai diperhatikan sebagai skenario yang sangat masuk akal. Dan bagi investor institusional seperti dana pensiun dan dana kekayaan negara, “hal-hal ini mulai dipandang semakin sebagai suatu kekhawatiran” kata Sarah Kapnick, kepala penasihat iklim global JPMorgan, dalam sebuah wawancara, dikutip dari Bloomberg.

Dalam ilmu iklim, titik kritis adalah ambang batas penting dalam sistem Bumi yang dapat mengakibatkan pola cuaca yang tiba-tiba, berbahaya, dan seringkali tidak dapat dipulihkan jika terlampaui. Menurut Kapnick, sejumlah klien institusional JPMorgan telah mulai meminta informasi lebih lanjut tentang Sirkulasi Balik Meridional Atlantik (Atlantic Meridional Overturning Circulation/AMOC).

AMOC, yang mengangkut air hangat dari khatulistiwa ke Eropa barat laut, menunjukkan tanda-tanda melemah, dengan beberapa penelitian menunjukkan bahwa mungkin melambat dengan kecepatan yang lebih cepat daripada perkiraan.

Kapnick, yang merupakan kepala ilmuwan di Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS sebelum bergabung dengan JPMorgan pada 2024, mengatakan dia menyadari bahwa perkembangan seperti itu dapat “terdengar seperti fiksi ilmiah.”

“Berdasarkan bukti yang dia amati, sangat mungkin bahwa kita sekarang keluar dari fase linier perubahan iklim dan bergerak ke fase nonlinier yang lebih cepat di mana Anda akan mulai melihat konsentrasi gas rumah kaca terakumulasi lebih cepat di atmosfer,” katanya.

Kapnick mengatakan klien institusional menyadari bahwa tujuan membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celsius atau bahkan 2 Celsius makin terlihat seperti usaha yang sia-sia. Dengan latar belakang itu, kemungkinan melampaui titik kritis menjadi perhatian, katanya.

AMOC merupakan arus yang mengangkut air permukaan hangat dari daerah tropis ke utara, membawa suhu yang lebih ringan ke Eropa. Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa perubahan iklim berpotensi melemahkan sistem AMOC, yang akan mengakibatkan musim dingin yang jauh lebih dingin di Eropa dan mengganggu Monsun Afrika Barat. Pergeseran pola cuaca seperti itu berpotensi merusak ketahanan pangan dengan mengurangi produktivitas pertanian dan bahkan menyebabkan perikanan runtuh.

Seiring dengan akumulasi emisi gas rumah kaca di atmosfer yang menghangatkan planet ini, para ilmuwan memperingatkan bahwa ambang batas lainnya makin berisiko terlampaui. Kondisi ini menyebabkan perubahan dramatis pada ekosistem dan pola cuaca.

Risiko melampaui titik kritis iklim, istilah yang mencakup pencairan lapisan es, pencairan permafrost, gangguan monsun, pemutihan karang, hilangnya hutan boreal, dan degenerasi hutan hujan Amazon, meningkat seiring dengan pemanasan global. Pada Oktober, para peneliti di Universitas Exeter mengatakan bahwa dunia menghadapi "realitas baru" setelah mencapai titik kritis pertama, yaitu "kematian massal" terumbu karang di perairan hangat.

Di Eropa, pemerintah telah mulai mempertimbangkan implikasi keamanan nasional dari terlampauinya titik kritis. Di Inggris, sebuah laporan pemerintah baru-baru ini menemukan bahwa runtuhnya ekosistem global berpotensi berdampak pada kemampuan Inggris untuk memberi makan penduduknya.

Pada Februari, Dewan Menteri Nordik yang mencakup wilayah dari Finlandia hingga Greenland, menerbitkan sebuah laporan tentang potensi implikasi dari kerusakan AMOC. Dewan tersebut mencatat bahwa meskipun saat ini terdapat ketidakpastian yang tinggi mengenai kondisi yang mungkin mengakibatkan skenario seperti itu, pendekatan kehati-hatian harus diasumsikan. Dewan tersebut juga mencatat bahwa makin jauh dunia menyimpang dari target 1,5 Celsius, makin besar pula risiko keruntuhan AMOC.

Dan pada Juni, sebuah lembaga think tank yang terkait dengan Direktorat Jenderal Hubungan Internasional dan Strategi Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis, mencatat bahwa kesimpulan ilmiah terbaru mendukung gagasan perlambatan AMOC yang “substansial”. Lembaga tersebut memperingatkan potensi tekanan pada sistem energi selama musim dingin yang lebih ekstrem, serta kelangkaan air dan bahkan “arus migrasi yang signifikan” dari Eropa Utara ke selatan benua, sebagai skenario risiko yang mungkin terjadi.

#risiko-ekologis #titik-kritis-bumi #arus-atlantik #musim-dingin-eropa #investor-institusional #sirkulasi-balik-meridional-atlantik #perubahan-iklim #gas-rumah-kaca #pemanasan-global #ketahanan-pangan #n-a

https://hijau.bisnis.com/read/20260330/653/1963051/klien-jpmorgan-mulai-taruh-perhatian-ke-risiko-ekologis-karena-titik-kritis-bumi-terlampaui