MUTU Kejar Peluang Ekonomi Hijau & Bursa Karbon
PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU) mengincar pertumbuhan melalui ekonomi hijau dan bursa karbon di Indonesia, dengan fokus pada layanan ESG dan peningkatan kinerja.
(Bisnis.Com) 02/04/26 05:45 179534
Bisnis.com, JAKARTA—PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU), emiten jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi (TIC) yang berbasis keberlanjutan, mengincar peluang pertumbuhan seiring dengan perkembangan ekonomi hijau dan implementasi perdagangan karbon di Indonesia.
Direktur Keuangan dan SDM Sumarna menyampaikan pada 2026 perseroan melihat peluang besar dari berkembangnya ekonomi hijau dan implementasi perdagangan karbon di Indonesia.
Kebutuhan akan layanan verifikasi, validasi, dan sertifikasi karbon diproyeksikan terus meningkat seiring dengan komitmen pemerintah dan sektor swasta dalam menekan emisi dan mencapai target keberlanjutan.
Perseroan pun terus memperkuat kapabilitasnya dalam mendukung ekosistem tersebut, termasuk melalui pengembangan layanan berbasis environmental, social, and governance (ESG).
“Dengan fondasi keuangan yang solid dan strategi ekspansi yang terarah, MUTU optimistis dapat melanjutkan tren pertumbuhan positif pada 2026. ,” paparnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026).
Ke depan, MUTU akan terus mendorong peningkatan kinerja melalui ekspansi bisnis yang selektif, penguatan kapabilitas sumber daya manusia, serta optimalisasi efisiensi operasional. Dengan fokus pada peluang di sektor green economy dan bursa karbon, manajemen optimistis dapat mencapai target pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Menurut Sumarna, MUTU akan terus mendorong inovasi layanan, memperluas pasar, dan memperkuat kontribusi dalam pengembangan ekonomi hijau nasional. Perseroan juga berkomitmen menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Sepanjang 2025, MUTU mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp331,48 miliar atau tumbuh 7,3% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp308,84 miliar. Laba bersih juga meningkat menjadi Rp24,21 miliar atau naik 0,4% secara tahunan.
“Pertumbuhan ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam menangkap peluang dari meningkatnya kebutuhan sertifikasi dan verifikasi di sektor industri,” katanya.
Dari sisi fundamental, struktur keuangan perseroan semakin kokoh. Total aset meningkat 8,9% dari Rp291,76 miliar menjadi Rp317,67 miliar, sementara ekuitas tumbuh 7,6% dari Rp216,47 miliar menjadi Rp232,98 miliar.
Kinerja ini juga ditopang oleh kenaikan saldo laba ditahan sebesar 25,6% dari Rp66,16 miliar menjadi Rp83,10 miliar, mencerminkan kemampuan perseroan dalam menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan.
Sementara itu, arus kas dari aktivitas operasi meningkat signifikan sebesar 513,4% dari Rp1,53 miliar menjadi Rp9,37 miliar, mengindikasikan kualitas pendapatan yang semakin sehat.
#mutu #ekonomi-hijau #bursa-karbon #perdagangan-karbon #sertifikasi-karbon #verifikasi-karbon #validasi-karbon #esg #keberlanjutan #pertumbuhan-ekonomi-hijau #ekspansi-bisnis #efisiensi-operasional #in
https://market.bisnis.com/read/20260402/192/1963835/mutu-kejar-peluang-ekonomi-hijau-bursa-karbon