Kementerian Haji Uji Rantai Pasok Haji Lewat Ekspor Perdana 100 Ton Logistik
SPemerintah mengirim 100 ton logistik haji sebagai uji kesiapan industri dalam negeri sekaligus mendorong efisiensi dan kemandirian rantai pasok haji 2026.
(Bisnis.Com) 02/04/26 12:37 179955
Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menguji kesiapan industri dalam negeri dalam rantai pasok haji melalui ekspor perdana 100 ton bumbu pasta dan makanan siap saji, di tengah upaya meningkatkan efisiensi dan kemandirian logistik haji 2026.
Melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), Kemenhaj mengawal langsung pelepasan tahap awal logistik tersebut dari Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (2/4/2026).
Pengiriman dilakukan secara bertahap menuju Arab Saudi dengan dukungan PT Pos Indonesia dan Garuda Indonesia guna memastikan integrasi rantai pasok serta kelancaran distribusi udara.
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan pemerintah berperan aktif dalam menjaga kualitas dan ketepatan distribusi logistik haji.
“Sebagai pengawal distribusi, Kemenhaj memastikan seluruh proses logistik haji memenuhi standar kehalalan, kesehatan, ketahanan produk, serta ketepatan waktu pengiriman, agar kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia terpenuhi dengan baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).
Pengiriman tahap awal ini merupakan bagian dari total kebutuhan logistik sebesar 230 ton dari dua vendor. Sebanyak 100 ton telah diberangkatkan pada periode 2–6 April 2026, sementara 130 ton sisanya masih dalam proses penjadwalan penerbangan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan kesiapan pasokan konsumsi jemaah sekaligus menguji kapasitas produksi nasional.
Jaenal menyebut ekspor ini berfungsi sebagai uji coba operasional dan peningkatan kapasitas industri makanan dalam negeri agar mampu memenuhi standar internasional, khususnya pasar Arab Saudi.
“Ini sekaligus menjadi test run dan capacity building, memastikan produk Indonesia mampu memenuhi standar Arab Saudi, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan efisiensi biaya,” katanya.
Penguatan logistik haji menjadi krusial seiring meningkatnya kompleksitas distribusi dan tuntutan kualitas layanan bagi jemaah. Pemerintah menargetkan sistem distribusi yang lebih terintegrasi dan efisien guna menekan biaya serta meningkatkan keandalan pasokan.
Kemenhaj menegaskan pengawalan distribusi ini merupakan bagian dari komitmen peningkatan layanan haji sekaligus mendorong kemandirian ekosistem logistik nasional.
#haji-2026 #ekspor-logistik #rantai-pasok #logistik-haji #kementerian-haji #distribusi-logistik #bumbu-pasta #makanan-siap-saji #pengiriman-logistik #pt-pos-indonesia #garuda-indonesia #standar-kehalal