Anindya Bakrie Harap Bus dan Truk Listrik Diguyur Insentif

Anindya Bakrie Harap Bus dan Truk Listrik Diguyur Insentif

Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Anindya Bakrie berharap pemerintah memperluas insentif kendaraan listrik ke bus dan truk.

(Bisnis.Com) 09/04/26 15:31 186470

Bisnis.com, JAKARTA — Komisaris Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. Anindya Bakrie berharap pemerintah dapat memperluas insentif kendaraan listrik ke segmen bus dan truk, tidak hanya terfokus pada mobil penumpang.

Anin mengatakan bahwa kebijakan insentif pada tahap awal pengembangan kendaraan listrik saat ini masih lebih banyak diarahkan ke kendaraan roda empat pribadi.

“Insentif memang banyak di awal itu diciptakan untuk lebih ke arah mobil. Nah, kami berharap, mudah-mudahan dengan bus dan truk itu bisa diperhatikan karena efeknya juga sama besarnya,” ujarnya di Magelang, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kendaraan komersial seperti bus memiliki dampak yang lebih luas karena digunakan sebagai moda transportasi massal.

Anindya menilai praktik global menunjukkan bahwa pengembangan kendaraan listrik di banyak negara justru dimulai dari segmen bus dan truk sebelum masuk ke kendaraan penumpang.

“Kalau kita lihat di berbagai negara, umumnya itu mulainya justru dari bus dan truk, baru masuk ke sepeda motor dan mobil. Kenapa? Karena mereka ingin menjadi negara produsen,” jelasnya.

Dia menambahkan, negara yang berposisi sebagai konsumen umumnya lebih dahulu didorong untuk mengadopsi kendaraan penumpang oleh produsen global.

Adapun, pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik milik VKTR di Magelang. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam percepatan transformasi industri transportasi nasional menuju energi bersih.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, pada siang hari ini Kamis 9 April 2026, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Komersial Berbasis Listrik VKTR,” ujarnya dalam sambutannya.

Menurut informasi yang diterima Bisnis, pabrik tersebut merupakan fasilitas perakitan kendaraan listrik berbasis completely knocked-down (CKD) pertama di Indonesia untuk segmen kendaraan komersial. Fasilitas ini akan memproduksi bus listrik berukuran 12 meter dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40%.

VKTR merupakan perusahaan yang bertransformasi dari bisnis distribusi kendaraan komersial menjadi produsen kendaraan listrik. Berawal dari PT Bakrie Steel Industries yang berdiri pada 2007, perusahaan ini kemudian mengalihkan fokusnya pada elektrifikasi mobilitas dan resmi menjadi entitas publik setelah melantai di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2023.

Langkah strategis ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT), khususnya di sektor transportasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar.

Dalam pengembangannya, VKTR tidak hanya memproduksi bus listrik, tetapi juga berbagai kendaraan komersial lain seperti truk listrik, dump truck, hingga kendaraan pengangkut sampah berbasis listrik. Perusahaan ini juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi pemerintah dan BUMN.

Sepanjang operasionalnya, VKTR mencatat sejumlah capaian, antara lain pengiriman lebih dari 100 unit kendaraan listrik, jarak tempuh operasional lebih dari 11,5 juta kilometer, serta penghematan lebih dari 4,1 juta liter bahan bakar. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik tersebut diklaim telah menekan emisi karbon lebih dari 11.000 ton CO2.

Pabrik VKTR di Magelang, Jawa Tengah diklaim mampu memproduksi 3.000 bus dan truk listrik per tahun, dengan potensi ekspansi hingga 10.000 unit.

#bus-listrik #truk-listrik #insentif-kendaraan-listrik #anindya-bakrie #vktr

https://ekonomi.bisnis.com/read/20260409/257/1965409/anindya-bakrie-harap-bus-dan-truk-listrik-diguyur-insentif