Daya Beli Petani Kaltim Tergerus 0,72% pada Maret 2026

Daya Beli Petani Kaltim Tergerus 0,72% pada Maret 2026

Daya beli petani Kaltim turun 0,72% pada Maret 2026 akibat ketimpangan harga jual dan biaya produksi, meski beberapa subsektor seperti hortikultura naik.

(Bisnis.Com) 14/04/26 19:42 191321

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Daya beli petani di Kalimantan Timur kembali memperlihatkan kontraksi setelah Nilai Tukar Petani (NTP) Maret 2026 terkoreksi ke level 148,00, turun 0,72% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat di angka 149,08.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas\'ud Rifai, menyatakan penurunan daya beli petani ini dipicu oleh ketimpangan antara harga jual dan biaya produksi.

"Indeks Harga yang Diterima Petani hanya naik tipis 0,01%, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani melonjak 0,74%. Kondisi ini mencerminkan tekanan ekonomi yang makin berat bagi rumah tangga petani," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).

Data BPS yang bersumber dari pemantauan harga di enam kabupaten, yaitu Paser, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Berau, dan Penajam Paser Utara menunjukkan bahwa meski NTP masih berada di atas angka 100, tren penurunannya mengindikasikan daya tukar produk pertanian yang melemah terhadap barang dan jasa konsumsi serta input produksi.

Secara subsektoral, penurunan NTP paling dalam dialami petani tanaman perkebunan rakyat yang merosot 1,85% menjadi 206,61. Kemudian diikuti tanaman pangan yang turun 0,98% ke posisi 101,66.

Sebaliknya, tiga subsektor mencatatkan kenaikan, antara lain hortikultura sebesar 2,81%, peternakan 1,64%, dan perikanan 0,57%.

Mas\'ud mencontohkan, petani hortikultura menikmati kenaikan harga jual sayur-sayuran hingga 3,40% dan buah-buahan 4,05%. Di sisi lain, petani perkebunan rakyat menghadapi penurunan harga komoditas utama mereka.

Menariknya, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik di semua subsektor. Kenaikan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,82% yang makin memperparah posisi tawar petani kelapa sawit, karet, dan komoditas perkebunan lainnya.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga turun 0,38% menjadi 155,08. Indikator ini mengukur rasio antara pendapatan petani dengan biaya produksi dan penambahan barang modal.

Penurunan NTUP mengisyaratkan bahwa margin keuntungan usaha tani makin menipis.

Jika diperbandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan, Kaltim menjadi satu-satunya yang mencatatkan penurunan NTP pada Maret 2026.

Adapun, Kalimantan Selatan justru naik 1,43%, Kalimantan Barat 1,08%, Kalimantan Tengah 1,04%, dan Kalimantan Utara 0,03%. Secara nasional, NTP turun tipis 0,08%.

#daya-beli-petani #nilai-tukar-petani #ntp-kaltim #penurunan-daya-beli #harga-jual-petani #biaya-produksi-petani #tekanan-ekonomi-petani #subsektor-pertanian #tanaman-perkebunan-rakyat #tanaman-pangan #n-a

https://kalimantan.bisnis.com/read/20260414/408/1966631/daya-beli-petani-kaltim-tergerus-072-pada-maret-2026