Perbanas Pastikan Industri Perbankan Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

Perbanas Pastikan Industri Perbankan Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

Perbanas memastikan pelemahan rupiah tak berdampak signifikan pada perbankan berkat antisipasi risiko dan stress test.

(Bisnis.Com) 15/04/26 19:22 192483

Bisnis.com, JAKARTA — Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menilai pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan terhadap industri perbankan.

Wakil Ketua Umum Perbanas Nixon LP Napitupulu menyampaikan bahwa setiap bank telah mengantisipasi risiko, termasuk pelemahan nilai tukar, melalui perhitungan matang dan pelaksanaan stress test.

“Enggak [terdampak] lah. Tiap bank pasti mengantisipasinya, udah mereka hitung lah. Mereka pasti semua punya stress test,” kata Nixon di sela-sela konferensi pers Paparan Kinerja Keuangan BTN Kuartal I/2026 di Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026).

Bagi BTN sendiri, Nixon memastikan bahwa pelemahan rupiah tidak berdampak terhadap kinerja perseroan. Sebab, hampir semua transaksi yang dilakukan perseroan menggunakan rupiah.

Selain itu, kata dia, BTN belum memiliki Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) sehingga kondisi ini tidak memengaruhi KPR BTN.

“BTN tuh rupiah currency-nya, hampir 100% currency-nya kita rupiah, karena belum ada KPR dalam USD di BTN. Jadi BTN terhadap perubahan currency belum direct,” tuturnya.

Sementara itu, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan di LPEM FEB UI Teuku Riefky menilai, pelemahan nilai tukar rupiah menjadi tekanan di sektor perbankan, terutama melalui channel loan dalam foreign currency.

“Ini berpotensi meningkatkan credit risk dan menggerus profit margin perbankan,” ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (15/4/2026).

Selain itu, menurutnya industri perlu mewaspadai risiko gagal bayar jika pelemahan rupiah berlanjut ke depannya.

Adapun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke posisi Rp17.135 pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Berdasarkan data Trading View, nilai tukar rupiah ditutup melemah sebesar 0,03% atau 5 poin menuju level Rp17.135 pada akhir sesi perdagangan.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar AS, meskipun indeks dolar AS tengah berada di level terendah dalam enam minggu terakhir.

“Kondisi ini mencerminkan bahwa tekanan terhadap mata uang domestik belum mereda, terutama akibat arus modal keluar atau outflow yang masih berlangsung,” jelas Lukman.

Pada perdagangan besok, Kamis (16/4/2026), dia memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.100 hingga Rp17.200 per dolar AS dengan potensi volatilitas yang masih cukup tinggi.

#perbanas #industri-perbankan #pelemahan-rupiah #nilai-tukar #stress-test #kinerja-keuangan #transaksi-rupiah #kredit-pemilikan-rumah #risiko-gagal-bayar #nilai-tukar-rupiah #dolar-as #arus-modal-kelua

https://finansial.bisnis.com/read/20260415/90/1966931/perbanas-pastikan-industri-perbankan-tak-terdampak-pelemahan-rupiah