Intip Sinyal Cuan Kinerja Mitratel di 2026 dan Target Saham MTEL
Mitratel diprediksi meraih keuntungan di 2026 berkat permintaan FWA dan ekspansi 5G. Analis merekomendasikan beli saham MTEL dengan target harga Rp760.
(Bisnis.Com) 15/04/26 20:07 192707
Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel pada 2026 dinilai bakal mendapatkan katalis positif dari peningkatan permintaan Fixed Wireless Access (FWA) selain fiberisasi menara dari ekspansi 5G operator seluler.
Analis dari Mirae Asset Sekuritas, Daniel Widjaja dan Wilbert Alfin menyoroti peran dan posisi MTEL sebagai enabler di ekosistem FWA akan berdampak signifikan terhadap peningkatan tenancy ratio. Di sisi lain, perseroan berpotensi menciptakan sumber pendapatan baru tanpa peningkatan belanja modal atau investasi baru yang berlebihan.
"Jadi, pengembangan FWA akan menjadi momentum MTEL untuk memanen hasil investasi jaringan menara dan fiber di masa lalu," seperti dikutip dari hasil riset, Rabu (15/4/2026).
Analis menilai MTEL memiliki prospek laba yang stabil dan neraca yang sehat. Diketahui, MTEL memiliki beberapa rasio utang yang sehat seperti rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,57x di 2025 dan rasio utang bersih terhadap EBITDA 2,37x di 2025. Kedua rasio ini jauh di bawah 5x.
Di sisi lain, beban bunga utang MTEL per Desember 2025 berada di rata-rata 6,17% dan semuanya dalam kondisi suku bunga mengambang (floating) sebagai salah satu strategi untuk menekan beban bunga terutama di tengah era suku bunga rendah.
Dengan kinerja dan prospek tersebut, Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi positif untuk saham MTEL. “Kami menegaskan kembali rekomendasi beli untuk MTEL dengan target harga sebesar Rp760, yang mencerminkan valuasi EV/EBITDA FY26F sebesar 9,9x.” tulis riset tersebut.
Hingga akhir 2025, anak usaha Telkom Group tersebut telah memiliki 40.230 menara dan 70.618 km panjang fiber optic billable dari total 57.199 km aset fiber optic. Dari dua infrastruktur telekomunikasi tersebut, MTEL memiliki pangsa pasar untuk segmen menara 55% dan segmen fiber optic 42%.
Jumlah tower bertambah sebanyak 826 menara dan jumlah tenant baru bertambah 3.216 sehingga total tenant mencapai 63.084 di 2025. Rasio tenant untuk segmen tower mencapai 1,57x atau naik dari 1,52x di tahun 2024 dan menjadi rasio tertinggi dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2021.
Sementara untuk segmen fiber optic, panjang serat yang billable mencapai 70.618 km per akhir 2025 atau bertambah sepanjang 9.512 km dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penambahan ini juga diikuti dengan rasio aset fiber yang billable menjadi 1,23x di tahun 2025 meningkat dari 1,20x di tahun 2024.
Dari sisi keuangan, MTEL berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp9,5 triliun atau naik 2,4% secara tahunan atau 3,4% jika dinormalisasi sesuai periode akuisisi anak perusahaan, PT Ultra Mandiri Telekomunikasi, pada Desember 2024.
Begitupun dengan EBITDA sebesar Rp7,8 triliun yang naik 1,8% secara tahunan atau 2,5% jika dinormalisasi sesuai periode akuisisi anak perusahaan, PT Ultra Mandiri Telekomunikasi, pada Desember 2024 dan laba bersih stabil di Rp2,1 triliun pada 2025.
MTEL berhasil mempertahankan marjin EBITDA dan marjin laba bersih masing-masing di level 82,2% dan 22,2% untuk tahun lalu. Hal ini tak terlepas dari kemampuan MTEL untuk mengelola beban biaya yang hanya naik moderat 4,9% menjadi Rp5,4 triliun.
Manajemen MTEL diketahui telah menyiapkan strategi pada 2026, yakni anggaran belanja modal sebesar Rp2,9 triliun, penambahan tenant organic sebanyak 2.500 penambahan aset fiber billable sepanjang 9.000 km. Selain itu, eksplorasi potensi Internet Rakyat (IRA) melalui FWA untuk mengakselerasi jaringan konektivitas yang terjangkau.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
#mitratel-2026 #saham-mtel #kinerja-mtel #fixed-wireless-access #fiberisasi-menara #ekspansi-5g #tenancy-ratio #prospek-laba-mtel #rasio-utang-mtel #rekomendasi-saham-mtel #target-harga-mtel #pangsa-pa