Penumpang LRT, KRL, hingga Whoosh Naik pada Kuartal I 2026

Penumpang LRT, KRL, hingga Whoosh Naik pada Kuartal I 2026

Penumpang LRT, KRL, hingga Whoosh naik pada kuartal I 2026. Integrasi antarmoda dinilai dorong mobilitas warga perkotaan.

(Kompas.com) 16/04/26 16:17 193533

JAKARTA, KOMPAS.com - KAI Group mencatat peningkatan jumlah penumpang pada berbagai moda transportasi rel sepanjang kuartal I-2026.

Moda tersebut meliputi LRT Jabodebek, Commuter Line, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, hingga kereta cepat Whoosh.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut peningkatan ini mencerminkan mobilitas masyarakat perkotaan yang terus berkembang.

“Transportasi berbasis rel hadir sebagai penghubung antarwilayah sekaligus antarmoda, sehingga perjalanan terasa lebih terintegrasi dari titik awal hingga tujuan akhir,” kata Anne dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

Jumlah pengguna LRT Jabodebek mencapai 7,7 juta pelanggan pada kuartal I-2026.

Angka ini meningkat dari 6,3 juta pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhannya mencapai 22,1 persen.

Layanan kereta cepat Whoosh mencatat 1,4 juta pelanggan. Jumlah ini naik dari 1,3 juta pelanggan pada kuartal I 2025 atau tumbuh 4,07 persen.

Commuter Line Jabodebek melayani 87,9 juta pelanggan pada kuartal I 2026.

Jumlah ini meningkat dari 82,1 juta pelanggan pada periode yang sama tahun lalu atau tumbuh 7,14 persen.

“Volume ini menjadi penopang utama mobilitas harian masyarakat di kawasan perkotaan,” jelas Anne.

Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga mencatat pertumbuhan. Jumlah penumpang mencapai 634.921 pelanggan pada kuartal I 2026.

Angka ini meningkat dari 517.166 pelanggan pada kuartal I 2025 atau tumbuh 22,77 persen.

“Peningkatan ini memperlihatkan semakin kuatnya peran transportasi rel dalam mendukung perjalanan menuju bandara,” jelas Anne.

KAI terus memperkuat konektivitas antarmoda di berbagai titik strategis. LRT Jabodebek terhubung langsung dengan kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim. Stasiun LRT Cawang dan Cikoko terhubung dengan Commuter Line.

Kawasan Dukuh Atas menjadi simpul integrasi antara LRT dan KRL dalam satu area.

“Keterhubungan ini memudahkan masyarakat berpindah moda dalam satu perjalanan yang berkelanjutan,” ungkap dia.

Akses menuju bandara juga semakin terintegrasi.

Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta terhubung dengan KRL melalui Stasiun Manggarai, BNI City, Duri, dan Batuceper.

Koneksi ini membuka pilihan perjalanan menuju bandara dari berbagai titik di Jabodetabek.

“Integrasi antarmoda menjadi bagian penting dalam menghadirkan perjalanan yang lebih terhubung bagi masyarakat,” ujarnya.

“Konektivitas yang terbangun antar layanan membuat perjalanan terasa lebih efisien. Setiap simpul transportasi saling melengkapi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” tegas dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

#kai #lrt #krl #whoosh

https://money.kompas.com/read/2026/04/16/161706826/penumpang-lrt-krl-hingga-whoosh-naik-pada-kuartal-i-2026