Bahlil Sebut Pembelian Minyak dari Rusia Siap Dikirim Bulan Ini
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pembelian minyak mentah dari Rusia siap dikirim dalam bulan-bulan ini. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),... | Halaman Lengkap
(SINDOnews Ekbis) 17/04/26 15:25 194649
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pembelian minyak mentah dari Rusia siap dikirim dalam bulan-bulan ini. Bahlil mengatakan, tambahan pasokan minyak dari Rusia ini akan memperkuat stok cadangan BBM di dalam negeri. Mengingat kapasitas produksi dengan konsumsi harian dalam negeri belum mencukupi permintaan."Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa jalan. InsyaAllah sudah bisa dikirim kesini. Kalau LPG masih dalam tahap finalisasi," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (17/4/2026).
Bahlil mengatakan, kontrak pembelian BBM dengan Rusia akan dilakukan dalam jangka panjang. Sehingga dipastikan kebutuhan BBM dalam negeri cukup, karena akan disokong oleh dua negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia.
Bahlil Pastikan Indonesia Dapat Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia
"Saya enggak bisa menjelaskan tentang volume (impor minyak dari Rusia). Saya sebagai pemerintah, atas arahan Bapak Presiden, memastikan bahwa seluruh kebutuhan kita, crude kita itu tersedia dan kita harus cari untuk memastikan kepentingan rakyat bisa terlayani," tambahnya.
Diterangkan juga bahwa selain pembelian minyak dari Rusia, hasil kunjungan bersama Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak sekedar menyepakati pembelian minyak saja. Namun Rusia juga siap berinvestasi untuk membangun berbagai infrastruktur untuk mendukung ketahanan energi Indonesia.
"Bahwa kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, dan juga dari pihak Rusia akan siap membangun beberapa infrastruktur yang penting dalam rangka meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional kita," kata Bahlil.
Indonesia Impor Minyak dari AS dan Rusia, Bahlil: Kita Ambil yang Menguntungkan Negara
Dengan kebutuhan minyak mentah Indonesia yang begitu besar, yakni mencapai sekitar 300 juta ton setiap tahun, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia harus membuka peluang pintu kerja sama yang lebar dengan seluruh negara penghasil energi dunia, termasuk Rusia, Amerika Serikat, dan negara-negara Afrika.
"Pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif, dan dalam politik bebas aktif itu juga ada ekonomi bebas aktif. Jadi kita boleh belanja dimana saja, selama kita komitmen dengan orang-orang atau negara-negara yang telah kita ajak melakukan kerjasama. Termasuk Rusia, kemudian Afrika, Nigeria, dan lebih khusus yang kita hargai juga adalah termasuk dengan perjanjian kita dengan Amerika," ujar Bahlil melanjutkan.
(akr)