Bulog tegaskan peran sebagai penyerap hasil produksi pangan

Bulog tegaskan peran sebagai penyerap hasil produksi pangan

Perum Bulog menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penyerap hasil produksi atau offtaker dalam sistem pangan nasional khususnya dalam penyerapan, ...

(Antara) 20/04/26 17:30 196939

Kalau nanam mungkin ditugaskan ke yang lain, tapi kita wajib menyerap, sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian

Jakarta (ANTARA) - Perum Bulog menegaskan tetap menjalankan peran sebagai penyerap hasil produksi atau offtaker dalam sistem pangan nasional khususnya dalam penyerapan, pengolahan, dan distribusi hasil produksi pertanian kepada masyarakat.

Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah dalam mendukung penguatan sektor pangan.

“Kalau ditugaskan, kami Bulog siap mendukung tugas-tugas dari pemerintah,” kata Ahmad usai rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi penguatan peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam sektor pangan, termasuk kemungkinan pelibatan BUMN dalam kegiatan produksi komoditas strategis.

Kebijakan tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang percepatan swasembada pangan yang memberikan kewenangan kepada Menteri Pertanian untuk menugaskan BUMN di sektor pertanian, agroindustri, dan logistik pangan.

Namun demikian, Ahmad menegaskan peran utama Bulog saat ini tetap sebagai penyerap hasil produksi dalam rantai pasok pangan nasional.

“Ya offtaker, selaku offtaker dan mengolah serta menyalurkan (komoditas pangan strategis) kepada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan dalam penguatan sektor pangan nasional, peran produksi dapat dijalankan oleh pihak lain sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing BUMN.

“Kalau nanam mungkin ditugaskan ke yang lain, tapi kita wajib menyerap, sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian logistiknya,” ucap dia.

Ia menjelaskan pembagian peran tersebut penting agar rantai pasok pangan berjalan efektif dari sisi produksi hingga distribusi.

Menurut dia, komoditas yang menjadi perhatian antara lain padi, jagung, dan kedelai sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Selain itu, Bulog juga berperan dalam menjaga distribusi logistik pangan agar tetap menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil.

Sebagai bagian dari fungsi stabilisasi, Bulog mengelola Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang digunakan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di pasar.

Pemerintah menargetkan penguatan cadangan beras pemerintah hingga sekitar 4 juta ton secara bertahap guna mendukung stabilitas pangan nasional.

Upaya tersebut juga didukung kebijakan pemerintah berupa subsidi bunga sebesar 2 persen bagi Bulog untuk memperkuat kapasitas pembiayaan dalam mengejar target penyerapan 4 juta ton setara beras.

Hingga pertengahan April 2026, realisasi penyerapan beras Bulog telah mencapai sekitar 48,7 persen atau sekitar 1,9 juta ton dari target tersebut, sementara stok beras tercatat sekitar 4,7 juta ton.

Lebih lanjut, Ahmad menegaskan Bulog akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional melalui fungsi penyerapan dan distribusi logistik.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

#bulog #ketahanan-pangan #cadangan-beras-pemerintah #distribusi-pangan #bumn

https://www.antaranews.com/berita/5534288/bulog-tegaskan-peran-sebagai-penyerap-hasil-produksi-pangan